Beritanda – Kebakaran Indomaret Pelalo di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, terjadi pada Selasa dini hari, 31 Maret 2026, dan mengakibatkan kerugian material sekitar Rp100 juta. Api diduga berasal dari korsleting listrik dan dengan cepat membesar hingga menghanguskan sebagian besar isi toko.
Peristiwa ini berlangsung di Desa Pelalo, Kecamatan Sindang Kelingi, sekitar pukul 01.00 WIB. Api pertama kali terlihat dari bagian atas bangunan setelah terdengar suara ledakan oleh warga sekitar.
Awal Mula Kebakaran dari Suara Ledakan
Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula sekitar pukul 00.30 WIB. Seorang warga bernama Ari yang berada di rumah makan di sebelah lokasi mendengar suara ledakan dari arah bangunan Indomaret.
Setelah itu, saksi melihat asap tebal keluar dari bagian atas dan depan toko. Tidak lama kemudian, api mulai terlihat dan membesar.
“Saat ia keluar, sudah ada api yang timbul di Indomaret itu,” jelas Kasi Humas Polres Rejang Lebong, AKP M Hasan Basri.
Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sindang Kelingi dan Dinas Pemadam Kebakaran Rejang Lebong.
Dugaan Korsleting Listrik sebagai Pemicu
Petugas menduga sumber api berasal dari korsleting listrik di dalam bangunan. Dugaan ini diperkuat oleh munculnya api dari bagian atas serta adanya suara ledakan sebelum kebakaran membesar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Rejang Lebong, Andi Ferdian, menyatakan bahwa instalasi listrik menjadi fokus pemeriksaan awal.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik,” ujarnya.
Di sisi lain, aparat kepolisian juga mengarah pada kemungkinan korsleting dari perangkat pendingin seperti freezer yang beroperasi terus-menerus.
Hingga saat ini, penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan sumber pasti penyebab kebakaran.
Proses Pemadaman dan Penanganan Lapangan
Setelah menerima laporan, Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Waktu respons petugas tercatat sekitar 25 menit sejak laporan diterima.
Petugas Damkar dibantu oleh masyarakat serta aparat TNI-Polri dalam proses pemadaman. Api berhasil dikendalikan setelah lebih dari satu jam upaya intensif.
“Pada pukul 02.30 WIB situasi sudah hijau dan dinyatakan aman,” kata Andi Ferdian.
Setelah api padam, petugas memastikan tidak ada titik api tersisa sebelum meninggalkan lokasi.
Dampak Kerugian dan Kondisi Pascakejadian
Kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka karena toko dalam kondisi tutup saat kejadian berlangsung. Namun, kerugian material cukup besar akibat barang dagangan dan fasilitas toko yang terbakar.
Sejumlah produk, peralatan pendingin, serta perlengkapan operasional dilaporkan rusak. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta berdasarkan data awal dari petugas.
Indomaret Puncak Pelalo sebelumnya dikenal sebagai salah satu titik singgah di jalur Curup–Lubuklinggau. Lokasi ini kerap digunakan masyarakat untuk beristirahat sekaligus menikmati pemandangan dari lantai dua bangunan.
Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan pendataan lanjutan serta penanganan pascakebakaran di lokasi kejadian.
