Beritanda.com – Kebakaran hebat melanda rumah dari Anisa Rahma Adi eks member Cherrybelle di Bandung pada Kamis, 30 April 2026 pukul 03.00 WIB. Sekitar 80 persen bangunan hangus terbakar, namun sebuah ruangan berisi 3.500 Al-Qur’an justru ditemukan utuh tanpa tersentuh api. Seluruh anggota keluarga selamat setelah evakuasi darurat di tengah asap tebal.
Di tengah kepanikan dini hari itu, satu hal yang paling diingat Anisa bukanlah harta benda. Ia hanya memikirkan anak-anaknya.
“Kejadiannya jam 03.00 pagi, kita bangun dalam keadaan rumah sudah terbakar sebagian. Api sudah besar banget. Penuh dengan asap tebal. Yang kepikir cuma nyelametin diri, anak-anak, dan keluarga.” ungkap Anisa melalui akun Instagram pribadinya.
Menyelamatkan Anak di Tengah Api
Api sudah membesar saat keluarga terbangun. Suaminya, Anandito Dwi Sepdiawan, sempat mencoba memadamkan api dengan air. Namun kobaran terlalu cepat menyebar.
Keputusan harus diambil dalam hitungan detik.
Anisa langsung menggendong anak kembarnya, sementara anggota keluarga lain berusaha keluar dari rumah dengan pakaian seadanya. Bahkan, mereka tidak sempat memakai alas kaki.
“Aku cuma inget anak-anak dulu, angkat dua langsung si kembar. Terus ambil HP, akhirnya kita baru nyelamatin diri, cuma pakai baju piyama aja, enggak pakai sendal.” tutur Anisa.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, rumah seluas sekitar 250 meter persegi mengalami kerusakan parah, dengan sebagian besar atap ambruk dan barang-barang hangus terbakar.
Ruangan yang “Disentuh Api, Tapi Tak Terbakar”
Di antara puing-puing yang menghitam, muncul pemandangan yang sulit dijelaskan secara kasat mata.
Sebuah ruangan di dalam rumah tetap bersih. Tidak ada jelaga, tidak ada kerusakan berarti. Padahal, tembok bagian belakang ruangan tersebut diketahui terbakar habis.
Di dalam ruangan itu tersimpan sekitar 3.500 mushaf Al-Qur’an semuanya dalam kondisi utuh.
Kesaksian ini pertama kali diungkap oleh sahabat Anisa, Ratu Isyell Nurazara, yang ikut membantu di lokasi.
“Seluruh belakang bangunan hangus total, tapi ada 3.500 unit Al-Qur’an yang tidak terbakar sama sekali, bahkan tak tersentuh api sedikit pun.” ujarnya.
Hal serupa disampaikan oleh Rey Mbayang yang datang langsung ke lokasi.
“Ini ruangan yang selamat, qadarullah ada 3.500 Al-Qur’an… dan ruangan ini nggak tersentuh api sama sekali. Masya Allah.” katanya.
Yang membuat fenomena ini semakin menyita perhatian adalah kontras ekstrem di sekitarnya. Ruangan sebelah hangus total, dinding menghitam, atap runtuh. Namun di ruangan tersebut, bahkan pakaian yang tergantung tetap bersih.
Bukan Sekadar Barang, Tapi Bagian dari Perjalanan Hidup
Ribuan Al-Qur’an itu bukan sekadar stok barang. Itu adalah bagian dari usaha yang sedang dibangun Anisa dan suaminya.
Sebelum kebakaran, mereka tengah merintis bisnis penjualan Al-Qur’an. Seluruh stok tersebut rencananya akan dipasarkan dalam waktu dekat.
Kini, di tengah kehilangan besar, justru bagian itu yang tersisa.
Situasi ini menghadirkan ironi sekaligus makna mendalam, saat hampir seluruh harta benda musnah, sesuatu yang bernilai spiritual justru bertahan.
Kisah Ini Menggugah Banyak Orang
Banyak warganet menyebutnya sebagai bentuk penjagaan Ilahi. Namun di sisi lain, ada juga yang melihatnya sebagai kejadian unik yang memicu rasa penasaran.
Saat ini, Anisa dan keluarganya masih mengungsi di rumah ketua RW setempat. Mereka mulai memproses trauma sekaligus memikirkan langkah ke depan.
“Alhamdulillah saya, anak-anak dan keluarga lengkap masih Allah kasih sehat dan selamat.” ujar Anisa.
Yang jelas, di balik kebakaran yang menghanguskan hampir seluruh rumah, tersisa satu cerita yang terus bergema, tentang apa yang hilang, dan apa yang justru tetap ada.
