Beritanda.com – Setelah delapan tahun menghadapi tuduhan penggelapan pajak, penyanyi pop dunia Shakira akhirnya dibebaskan penuh oleh Pengadilan Tinggi Spanyol. Negara bahkan diperintahkan mengembalikan lebih dari 60 juta euro atau sekitar Rp 1,07 triliun kepada sang artis, termasuk bunga dan biaya hukum.
Putusan pada 18 Mei 2026 itu langsung menjadi sorotan internasional karena bukan hanya soal nominal fantastis, tetapi juga menyangkut cara otoritas pajak Spanyol menangani kasus selebriti dan wajib pajak kaya dalam satu dekade terakhir.
Pengadilan Nasional Spanyol atau Audiencia Nacional menyatakan otoritas pajak gagal membuktikan bahwa Shakira merupakan residen pajak Spanyol pada 2011. Dalam hukum perpajakan negara tersebut, seseorang baru dianggap wajib pajak domestik jika tinggal lebih dari 183 hari dalam setahun.
Namun dalam persidangan, pemerintah hanya mampu membuktikan keberadaan Shakira di Spanyol selama 163 hari.
Kenapa Shakira Bisa Menang?
Kasus ini sebenarnya berpusat pada tiga argumen utama yang dipakai otoritas pajak Spanyol untuk menjerat Shakira.
Pertama, soal durasi tinggal. Pemerintah mengklaim pelantun Hips Don’t Lie itu sudah hidup di Spanyol pada 2011 karena hubungannya dengan mantan pemain Gerard Piqué. Namun hakim menilai bukti yang diajukan tidak memenuhi syarat hukum karena jumlah hari tinggalnya masih di bawah ambang 183 hari.
Kedua, hubungan personal Shakira dan Piqué tidak dianggap cukup untuk otomatis menetapkan status residensi pajak. Pengadilan menegaskan hubungan tersebut tidak setara dengan ikatan pernikahan secara hukum.
Ketiga, otoritas pajak gagal membuktikan bahwa pusat aktivitas ekonomi Shakira pada 2011 memang berbasis di Spanyol. Saat itu, Shakira masih aktif menjalani tur internasional dan memiliki aktivitas bisnis lintas negara.
“Tidak pernah ada penipuan, dan Badan Pajak sendiri tidak pernah bisa membuktikannya, semata karena itu memang tidak benar,” kata Shakira melalui pernyataan resminya.
Pemerintah Spanyol kini diwajibkan mengembalikan sekitar 55 juta euro denda pokok. Jika ditambah bunga serta biaya hukum, total pengembalian mencapai hampir 60 juta euro atau lebih dari Rp 1 triliun.
Kasus yang Berbeda dengan Dakwaan 2023
Satu hal yang banyak membuat publik keliru adalah anggapan bahwa Shakira “selalu menang” dalam semua kasus pajaknya di Spanyol. Faktanya, ada dua perkara berbeda.
Kasus yang baru dimenangkan ini hanya terkait tahun pajak 2011. Sementara pada kasus terpisah untuk periode 2012–2014, Shakira memang mengakui kesalahan pada November 2023 dan memilih membayar denda untuk menghindari persidangan panjang.
Perbedaan konteks menjadi faktor penting. Pada periode 2012–2014, Shakira diketahui sudah lebih menetap di Barcelona bersama Piqué. Sedangkan pada 2011, pengadilan menilai status residensinya belum bisa dibuktikan.
Karena itu, putusan terbaru tidak menghapus fakta bahwa Shakira pernah membayar penyelesaian kasus pajak sebelumnya. Tetapi kemenangan ini tetap menjadi pukulan reputasional besar bagi Agencia Tributaria atau otoritas pajak Spanyol.
Lebih dari Sekadar Kemenangan Selebriti
Kasus ini memunculkan satu pertanyaan yang mulai ramai dibahas di Spanyol: apakah sistem perpajakan terlalu agresif terhadap individu tertentu?
Pengacara Shakira, José Luís Prada, menyebut proses hukum selama delapan tahun itu sebagai “penderitaan yang tidak dapat diterima”. Ia bahkan menyinggung bahwa banyak wajib pajak biasa kemungkinan tidak punya sumber daya untuk melawan negara selama bertahun-tahun seperti yang dilakukan Shakira.
Di titik inilah kasus tersebut berubah dari sekadar drama selebriti menjadi isu keadilan hukum.
Selama ini Spanyol dikenal agresif mengejar figur publik dunia terkait pajak, termasuk Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Namun berbeda dengan dua nama itu yang akhirnya dinyatakan bersalah, Shakira menjadi figur global pertama yang dibebaskan penuh dan justru menerima pengembalian dana besar dari negara.
Momentum kemenangan hukum ini juga datang saat karier Shakira kembali berada di puncak. Ia tengah menuntaskan leg Eropa tur dunia Las Mujeres Ya No Lloran World Tour, setelah tampil di hadapan sekitar 2,5 juta penonton di Copacabana, Rio de Janeiro.
Nama Shakira bahkan dijadwalkan tampil dalam halftime show final FIFA World Cup 2026 bersama BTS dan Madonna.
