Beritanda.com – Pergantian jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia dinilai tidak menimbulkan guncangan berarti terhadap pasar keuangan nasional. Analis pasar dan pengamat ekonomi menilai stabilitas tetap terjaga, baik pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maupun nilai tukar Rupiah, di tengah proses politik yang sedang berjalan dan tekanan global yang meningkat.
Pasar Saham Tetap Stabil di Tengah Pergantian Pejabat BI
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai perubahan posisi di jajaran Bank Indonesia tidak akan mengganggu kinerja pasar saham domestik. Menurutnya, Bank Indonesia sebagai otoritas moneter memiliki kerangka kelembagaan yang kuat dan independen dalam menjaga stabilitas ekonomi.
“Tidak terlalu signifikan ya (dampaknya), kalau hemat saya BI tetap menjalankan fungsi kelembagaan secara independen, di dalam rangka untukmenerapkan kebijakan stabilitas moneter di tanah air,” ujar Nafan seperti dikutip dari Antara.
Ia menegaskan, pelaku pasar tidak perlu bereaksi berlebihan terhadap dinamika internal di Bank Indonesia, termasuk pergantian Deputi Gubernur Bank Indonesia. Fokus investor justru perlu diarahkan pada kondisi teknikal dan fundamental pasar yang sedang berlangsung.
Nafan menjelaskan, IHSG saat ini masih bergerak dalam tren penguatan. Namun, indikator teknikal menunjukkan sinyal kewaspadaan yang perlu diperhatikan oleh investor jangka pendek.
“Secara teknikal, IHSG masih terlihat uptrend. Akan tetapi, RSI sudah berada di zona overbought, sehingga perlu mewaspadai adanya potensi aksi profit taking,” ujarnya.
Data Bursa Efek Indonesia mencatat, pada penutupan perdagangan sesi I Selasa, IHSG menguat 21,54 poin atau 0,24 persen ke level 9.155,41. Frekuensi transaksi mencapai 3,33 juta kali dengan
nilai transaksi Rp16,07 triliun, mencerminkan aktivitas pasar yang masih solid.Independensi Bank Indonesia Tetap Terjaga
Dari sisi kebijakan, Bank Indonesia telah mengonfirmasi pengunduran diri Deputi Gubernur BI Juda Agung terhitung sejak 13 Januari 2026. Pemerintah pun telah mengirimkan surat presiden ke DPR untuk memulai proses uji kelayakan dan kepatuhan calon Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Tiga nama yang diusulkan adalah Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solihin M Juhro. Muncul pula wacana pertukaran jabatan antara Wakil Menteri Keuangan dan Deputi Gubernur BI, yang memicu spekulasi di pasar.
Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai wacana tersebut tidak berkaitan dengan independensi bank sentral. “Itu exchange (pertukaran) yang saya pikir seimbang. Nggak ada yang aneh. Independensi (BI) nggak ada hubungannya,” ujarnya.
