Beritanda.com – Presiden RI Prabowo Subianto memanfaatkan World Economic Forum (WEF) Davos 2026 di Swiss untuk berdiskusi dengan tokoh lintas sektor, termasuk legenda sepak bola dunia Zinedine Zidane. Pertemuan yang berlangsung sekitar 45 menit itu membahas masa depan sepak bola Indonesia, mulai dari pembinaan usia dini hingga penguatan ekosistem olahraga nasional.
Momen ini menegaskan pendekatan diplomasi nonformal Indonesia melalui olahraga di panggung global.
Diplomasi Olahraga di Forum Ekonomi Dunia
Di sela agenda WEF Davos pada 19–23 Januari 2026, Prabowo Subianto bertemu Zinedine Zidane, figur global yang dikenal luas sebagai pemain dan pelatih elite. Pertemuan tersebut dibagikan langsung melalui akun Instagram resmi Presiden Prabowo, menandai pentingnya dialog lintas sektor yang melibatkan olahraga.
Kehadiran Zidane dalam percakapan ini memperlihatkan bagaimana sepak bola diposisikan sebagai medium diplomasi. Indonesia memanfaatkan forum ekonomi dunia untuk membuka ruang pertukaran gagasan dengan tokoh berpengaruh, bukan hanya soal bisnis dan politik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia melalui olahraga.
Zidane dan Standar Global Sepak Bola
Zidane merupakan simbol standar tertinggi sepak bola dunia. Bersama Tim Nasional Prancis, ia menjuarai Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000, dua capaian yang meneguhkan posisinya sebagai ikon generasi emas Eropa.
Di level klub, Zidane mencatat prestasi bersama Juventus dan Real Madrid dengan koleksi gelar Liga Champions, La Liga, Serie A, hingga Piala Dunia Antarklub. Rekam jejak tersebut berlanjut saat ia beralih peran sebagai pelatih. Bersama Real Madrid, Zidane mencetak sejarah dengan tiga gelar Liga Champions beruntun, sebuah pencapaian yang belum tertandingi di era modern.
Prestasi individu Zidane juga mencerminkan konsistensi kelas dunia. Ia meraih Ballon d’Or, FIFA World Player of the Year tiga kali, serta UEFA Best Player of the 50 Years. Sebagai pelatih, namanya dianugerahi Pelatih Terbaik Dunia FIFA dan Pelatih Terbaik UEFA.

Arah Baru Sepak Bola Nasional
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, dalam pertemuan sekitar 45 menit itu, Prabowo menyampaikan komitmen kuat untuk memajukan sepak bola Tanah Air.
“Dalam pertemuan sekitar 45 menit itu, Presiden Prabowo menyampaikan keinginan besarnya untuk terus memajukan sepak bola Tanah Air dan Tim Nasional,” kata Teddy.
Prabowo juga menekankan pentingnya infrastruktur dasar. Setiap sekolah diharapkan memiliki lapangan sepak bola yang layak, termasuk rencana agar sekolah baru wajib menyediakan fasilitas tersebut. Langkah ini disertai gagasan pemberian beasiswa bagi siswa yang memiliki bakat dan prestasi sepak bola.
Dalam dialog tersebut, Prabowo meminta masukan langsung dari Zidane. “Presiden Prabowo juga meminta masukan dan saran sang maestro Zidane terhadap perkembangan sepak bola nasional,” ujar Teddy. Permintaan ini menunjukkan keterbukaan Indonesia untuk belajar dari praktik terbaik global melalui figur yang berpengalaman.
Sepak Bola sebagai Instrumen Strategis
Pertemuan Prabowo dan Zidane di Davos mencerminkan cara baru Indonesia memandang sepak bola. Olahraga ini tidak sekadar target prestasi, tetapi juga sarana pembentukan karakter, penggerak industri kreatif, dan alat diplomasi global.
Dengan basis penggemar terbesar di Tanah Air, sepak bola memiliki daya ungkit sosial yang kuat. Keterlibatan Zidane dalam diskusi strategis memberi sinyal bahwa Indonesia ingin menyelaraskan pengelolaan sepak bola nasional dengan standar internasional, sekaligus memperkuat posisi di mata dunia.
