Home » Sports » Persipura Gagal Promosi, Kerusuhan Pecah di Stadion Lukas Enembe
Kerusuhan Persipura vs Adhyaksa FCKerusuhan terjadi di Stadion Lukas Enembe setelah laga Persipura vs Adhyaksa FC

Beritanda.com – Mimpi Persipura Jayapura kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia kembali pupus. Kekalahan 0-1 dari Adhyaksa FC pada final play-off promosi Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Lukas Enembe, Jumat 8 Mei 2026, berujung ricuh.

Gol tunggal Adilson Silva pada injury time babak pertama memastikan tiket promosi terakhir ke BRI Super League 2026/2027 menjadi milik Adhyaksa FC. Kekalahan itu memicu ledakan emosi ribuan suporter Persipura yang menyerbu lapangan, merusak fasilitas stadion, hingga membakar puluhan kendaraan di area sekitar stadion.

Data sementara aparat mencatat sedikitnya 20 unit mobil dan tujuh sepeda motor hangus terbakar. Satu anggota kepolisian dilaporkan mengalami luka akibat lemparan batu.

Kekalahan ini juga memaksa Persipura menjalani musim kelima beruntun di kasta kedua sejak terdegradasi pada musim 2021/2022.

Kericuhan Bermula dari Kekecewaan atas Keputusan Wasit

Sejak laga berjalan, tensi suporter sudah tinggi.

Beberapa keputusan wasit asal Uzbekistan, Asker Nadjafaliev, memicu protes keras. Puncaknya terjadi ketika gol Adilson Silva pada menit 45+1 dianggap banyak suporter berada dalam posisi offside.

Botol air mineral mulai dilempar ke lapangan. Pertandingan bahkan sempat dihentikan beberapa menit karena situasi tribun memanas.

Kericuhan membesar jelang peluit panjang. Flare dibakar di tribun timur, asap tebal menutupi sebagian stadion, lalu ribuan massa menjebol pagar pembatas.

Sejumlah fasilitas stadion dirusak, mulai dari bench pemain, layar monitor VAR, kaca pintu utama, hingga pos pengamanan.

Ironisnya, monitor VAR yang seharusnya membantu transparansi keputusan wasit justru menjadi salah satu sasaran amukan massa.

Aksi Massa Meluas ke Luar Stadion

Situasi makin tak terkendali ketika kerusuhan menjalar ke area parkir dan akses jalan sekitar stadion.

Sejumlah kendaraan dibakar, termasuk ambulans milik Brimob.

Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P. Helan, mengatakan aparat sempat kesulitan membubarkan massa karena kerumunan terkonsentrasi di dua titik utama.

“Massa di barat sama timur, terbagi dua. Ini terjadi pembakaran mobil-mobil penonton di depan. Kami tetap mencegah dan mengimbau masyarakat tidak brutal dan anarkis,” ujar Dionisius.

Aparat akhirnya menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Situasi baru berangsur kondusif sekitar pukul 23.45 WIT setelah pengamanan gabungan dari Brimob Polda Papua dan Polres Jayapura dikerahkan penuh.

Pemain serta ofisial kedua tim sempat tertahan berjam-jam di dalam stadion sebelum akhirnya dievakuasi menuju penginapan dengan pengawalan ketat.

Persipura Terancam Sanksi Berat dari PSSI

Kerusuhan ini berpotensi membawa konsekuensi serius bagi Persipura.

Berdasarkan Kode Disiplin PSSI, insiden invasi lapangan, perusakan fasilitas, pelemparan benda, hingga pembakaran bisa berujung pada hukuman berat.

PelanggaranPotensi Sanksi
Invasi lapanganLarangan laga dengan penonton
Perusakan fasilitasDenda besar + kompensasi kerusakan
Kerusuhan massalPenutupan stadion sementara
Pembakaran kendaraanProses pidana pelaku

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito, menegaskan polisi tengah mengusut dugaan provokasi yang memicu kekacauan.

“Kondisi keramaian dimanfaatkan oknum tertentu untuk melakukan provokasi sehingga memicu tindakan perusakan dan pembakaran. Ini akan kami usut tuntas,” katanya.

Bagi Persipura, ini bukan sekadar kekalahan pertandingan.

Ini adalah pukulan besar bagi klub yang pernah empat kali menjuarai Liga Indonesia.

Kegagalan promosi untuk kelima kalinya menunjukkan bahwa persoalan Mutiara Hitam tak lagi sebatas hasil di lapangan, melainkan krisis yang lebih dalam: tekanan sejarah besar, ekspektasi publik Papua, dan belum tuntasnya proses kebangkitan sejak degradasi empat tahun lalu.

Jika tidak segera dibenahi, luka malam di Lukas Enembe bisa menjadi simbol semakin jauhnya Persipura dari panggung elite sepak bola nasional.

Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritanda.com di Google News