Beritanda.com – Liverpool menghadapi laga yang bisa menentukan nasib mereka di Premier League musim 2025/26 saat menjamu Chelsea pada pekan ke-36 di Anfield, Sabtu 9 Mei 2026 pukul 18.30 WIB. Kemenangan atas The Blues bisa menjadi langkah krusial bagi The Reds untuk mengunci tiket Liga Champions musim depan.
Dengan tiga laga tersisa, tekanan ada sepenuhnya di kubu Arne Slot. Liverpool saat ini duduk di posisi keempat klasemen dengan 58 poin, unggul enam angka dari Bournemouth. Jika menang dan Bournemouth gagal meraih poin penuh saat bertandang ke markas Fulham, tiket Liga Champions 2026/27 praktis berada dalam genggaman.
| Posisi | Tim | Main | Poin |
|---|---|---|---|
| 4 | Liverpool | 35 | 58 |
| 5 | Aston Villa | 35 | 58 |
| 6 | Bournemouth | 35 | 52 |
| 9 | Chelsea | 35 | 48 |
Secara matematis, laga ini menjadi “final kecil” bagi Liverpool. Kehilangan poin akan membuka peluang pesaing untuk menekan posisi mereka pada dua pekan terakhir musim ini.
Anfield Jadi Senjata Utama Liverpool
Liverpool datang dengan modal kandang yang cukup meyakinkan. Mereka memenangi empat dari lima laga Premier League terakhir di Anfield dan konsisten mencetak gol dalam 14 pertandingan beruntun.
Produktivitas itu menjadi kekuatan utama The Reds. Dalam 10 pertandingan terakhir, Liverpool rata-rata mencetak 1,9 gol per laga dengan tingkat konversi tertinggi di liga, yakni 0,35 gol per tembakan tepat sasaran.
Meski pekan lalu kalah dramatis 3-2 dari Manchester United di Old Trafford, performa menyerang mereka tetap menjanjikan. Dominasi penguasaan bola mencapai 62 persen menunjukkan struktur permainan masih solid.
Namun Liverpool juga punya masalah.
Absennya Mohamed Salah dan Hugo Ekitiké membuat opsi serangan berkurang. Alexander Isak juga masih diragukan tampil. Beban kreativitas kini bertumpu pada Dominik Szoboszlai, Florian Wirtz, dan Cody Gakpo.
Chelsea Datang dalam Kondisi Terburuk
Di sisi lain, Chelsea justru datang ke Merseyside dengan tekanan berbeda.
The Blues sedang menjalani periode tergelap musim ini setelah menelan enam kekalahan beruntun di Premier League. Kekalahan 3-1 dari Nottingham Forest pekan lalu mempertegas krisis performa tim asuhan Calum McFarlane.
Masalah terbesar mereka ada di lini depan.
Dalam lima laga terakhir, Chelsea melepaskan 68 tembakan tetapi hanya menghasilkan dua gol. Rasio ini menjadi indikator buruknya penyelesaian akhir mereka.
Lebih parah lagi, pertahanan mereka mengizinkan lawan menempatkan hampir 40 persen tembakan tepat sasaran — tertinggi di Premier League musim ini.
Jika tren ini berlanjut, menghadapi Liverpool di Anfield bisa menjadi mimpi buruk berikutnya.
Peluang Liverpool Lebih Besar
Data SportRadar menempatkan Liverpool sebagai favorit dengan probabilitas kemenangan 48,5 persen.
| Hasil | Probabilitas |
|---|---|
| Liverpool menang | 48,5% |
| Seri | 24,7% |
| Chelsea menang | 26,8% |
Faktor kandang menjadi pembeda utama.
Chelsea terakhir kali menang atas Liverpool di Anfield dalam laga Premier League yang dihadiri penonton pada November 2014. Lebih dari satu dekade berlalu, The Blues belum mampu mengulang hasil serupa.
Bagi Liverpool, laga ini bukan sekadar tiga poin.
Ini adalah momentum untuk memastikan musim mereka tidak berakhir dengan kegagalan setelah sempat bersaing di papan atas.
Jika mampu memanfaatkan krisis Chelsea, tiket Liga Champions tinggal menunggu konfirmasi resmi.
