Beritanda.com – Presiden Prabowo Subianto mencatat sejarah baru dengan menggunakan mobil buatan dalam negeri, Maung MV3 Garuda Limousine produksi PT Pindad, dalam agenda kunjungan resmi ke luar negeri saat menghadiri KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina. Ini menjadi kali pertama kendaraan dinas kepresidenan karya anak bangsa tampil mengantar kepala negara Indonesia di forum internasional.
Mobil berwarna putih dengan pelat merah bertuliskan “Indonesia-1” itu digunakan Prabowo sejak mendarat di Bandara Mactan-Cebu pada 7 Mei 2026 hingga seluruh rangkaian agenda ASEAN berakhir. Kehadiran Maung langsung mencuri perhatian karena tampil berbeda dibanding kendaraan kepala negara lain yang mayoritas menggunakan sedan hitam.
Langkah ini tak sekadar soal transportasi kenegaraan. Pemerintah menilai penggunaan Maung menjadi simbol kepercayaan diri Indonesia dalam menunjukkan kemampuan industri strategis nasional di panggung global.
“Penggunaan Maung di forum internasional bukan sekadar alat transportasi, tetapi simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia,” ujar Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya.
Kehadiran Maung juga menuai respons positif dari delegasi negara sahabat.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyebut banyak delegasi memberi apresiasi terhadap langkah Indonesia yang menghadirkan kendaraan produksi nasional dalam forum tingkat tinggi kawasan.
“Ini menjadi kebanggaan bangsa karena Indonesia hadir dalam forum internasional dengan produk karya sendiri,” kata Sugiono di Cebu.
Debut Bersejarah Maung di Forum ASEAN
Maung MV3 Garuda Limousine tiba lebih dulu di Cebu pada 4 Mei 2026 menggunakan pesawat Airbus A400M TNI AU, tiga hari sebelum Presiden Prabowo mendarat.
Pengiriman itu menjadi penanda kesiapan logistik tingkat tinggi untuk memastikan kendaraan kepresidenan buatan Indonesia tampil sempurna di panggung diplomasi internasional.
| Parameter | Data |
|---|---|
| Nama kendaraan | Maung MV3 Garuda Limousine |
| Produsen | PT Pindad, Cimahi |
| Pertama dipakai di luar negeri | KTT ke-48 ASEAN, Cebu |
| Transportasi pengiriman | Airbus A400M TNI AU |
| Tiba di Cebu | 4 Mei 2026 |
| Harga estimasi | ± Rp1,2 miliar |
| Jumlah unit dibuat | 4 unit |
Secara visual, kendaraan ini memang dirancang menonjol. Warna putih dipilih untuk menampilkan karakter berbeda dari mobil kepresidenan tradisional yang identik hitam.
Di bagian grille depan terdapat motif batik parang serta emblem Garuda yang memperkuat identitas budaya Indonesia.

Lebih dari Mobil Dinas, Ini Simbol Diplomasi Industri
Maung MV3 Garuda Limousine merupakan SUV limousine 4×4 berbasis platform yang dimodifikasi signifikan oleh PT Pindad. Kendaraan ini memiliki proteksi antipeluru level B5/B6, composite armor, serta ban run-flat tyre yang memungkinkan mobil tetap berjalan meski terkena kerusakan ban.
Interiornya dirancang setara kendaraan kepala negara modern, lengkap dengan captain seat elektrik, pendingin mini, smart TV, WiFi portable, dan kamera 360 derajat.
Bagi pengamat geopolitik, keputusan membawa Maung ke forum ASEAN mengandung pesan strategis.
Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai langkah itu adalah visualisasi konkret doktrin kemandirian nasional.
ASEAN sendiri merupakan pasar strategis bagi industri pertahanan regional. Ketika kepala negara Indonesia menggunakan kendaraan buatan lokal di forum resmi, itu menjadi promosi bernilai tinggi yang sulit digantikan kampanye komersial biasa.
Lebih jauh, langkah ini memperlihatkan transformasi industri pertahanan Indonesia yang semakin matang. Dari kendaraan taktis militer, Maung kini berevolusi menjadi simbol diplomasi negara.
Debut Maung di Cebu bukan hanya soal perjalanan Presiden ke forum internasional, melainkan sinyal bahwa Indonesia siap tampil percaya diri membawa produk strategisnya sendiri ke panggung dunia.
