Beritanda.com – Polemik Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat memunculkan sorotan terhadap salah satu dewan juri, Indri Wahyuni. Namanya ramai diperbincangkan setelah video perdebatan antara peserta dan juri viral di media sosial.
Kontroversi bermula dalam babak final saat peserta dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan terkait mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Regu C dari SMAN 1 Pontianak menyampaikan jawaban dengan menyebut anggota BPK dipilih DPR dengan mempertimbangkan DPD dan diresmikan presiden.
Namun, dewan juri memberikan pengurangan poin karena frasa “Dewan Perwakilan Daerah” atau DPD disebut tidak terdengar jelas.
Situasi memanas ketika peserta membandingkan keputusan tersebut dengan jawaban Regu B dari SMAN 1 Sambas yang memperoleh nilai penuh pada pertanyaan serupa.
“Izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B. Sama,” ujar salah satu peserta dalam video yang beredar luas.
Yang menarik, respons dewan juri kemudian menjadi fokus perhatian publik setelah dianggap tidak menjawab substansi keberatan peserta.
Indri Wahyuni Jadi Perbincangan usai Komentar soal Artikulasi
Dalam video yang viral, Indri Wahyuni menyoroti aspek artikulasi peserta saat menjawab pertanyaan.
“Artikulasi itu penting, jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas. Kalau menurut kalian sudah tapi dewan juri tidak mendengar artikulasi dengan jelas maka dewan juri berhak memberikan minus lima,” kata Indri.
Pernyataan tersebut memicu kritik dari warganet. Banyak pihak menilai respons itu justru mengalihkan inti persoalan mengenai konsistensi penilaian.
Istilah gaslighting kemudian ramai digunakan netizen dalam menanggapi polemik tersebut.
Dalam praktiknya, istilah itu merujuk pada tindakan yang dianggap membuat seseorang mempertanyakan keyakinan atau persepsinya sendiri.
Tak berhenti di situ, potongan video final LCC Empat Pilar Kalbar terus menyebar di berbagai platform media sosial dan memunculkan jutaan tayangan.
Indri Wahyuni Tercatat sebagai Pejabat Sekretariat MPR RI
Berdasarkan informasi di laman resmi MPR RI per 11 Mei 2026, Indri Wahyuni menjabat sebagai Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI.
Posisi tersebut membuatnya aktif dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI, termasuk agenda perlombaan tingkat pelajar di berbagai daerah.
Dalam konteks tersebut, polemik final LCC Kalbar dinilai menjadi perhatian serius karena menyangkut kredibilitas pelaksanaan lomba edukasi nasional.
Di sisi lain, publik juga menyoroti sistem penilaian dalam perlombaan yang dinilai perlu dievaluasi agar tidak menimbulkan polemik serupa.
MPR RI Janji Evaluasi Sistem Penilaian

Menanggapi kontroversi tersebut, Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman menyampaikan permintaan maaf kepada publik.
MPR RI juga memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme perlombaan dan kinerja dewan juri.
Evaluasi tersebut mencakup tata cara penilaian, standar pengawasan lomba, hingga proses penentuan poin dalam setiap babak kompetisi.
Secara faktual, polemik final LCC Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat kini masih menjadi pembahasan luas di media sosial dan lingkungan pendidikan.
