Home » Tekno » Inet » Kecanduan Sejak Usia 6 Tahun, Meta dan YouTube Digugat
Kaley GMPengacara Mark Lanier, dari penggugat Kaley GM, menggugat Meta dan YouTube milik Google merusak kesehatan mental anak-anak melalui platform media sosial yang adiktif, di Los Angeles, California, AS, 25 Maret 2026. - dok REUTERS | Mike Blake

Beritanda.com – Seorang remaja mengaku hidupnya berubah karena layar kecil di tangannya. Meta dan YouTube digugat setelah dituding membuat anak kecanduan sejak dini, memicu krisis mental yang kini dibawa ke meja hijau di Los Angeles.

Meta dan YouTube Digugat, Kisah Kaley Jadi Sorotan

Coba bayangkan ini. Usia 6 tahun—masa di mana anak seharusnya bermain di luar—justru dihabiskan menatap layar. Itulah awal cerita Kaley G.M., sosok di balik gugatan Meta dan YouTube digugat yang kini jadi perhatian dunia.

Kaley mulai menggunakan YouTube saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Lalu, di usia 11 tahun, ia masuk ke Instagram. Dari situ, semuanya berubah perlahan. Bukan sekadar hiburan—tapi rutinitas yang sulit dilepas.

Pengacaranya, Mark Lanier, tidak ragu menyebut ini sebagai desain yang disengaja.

“Perusahaan-perusahaan ini membangun mesin yang dirancang untuk membuat otak anak-anak kecanduan, dan mereka melakukannya dengan sengaja.” — ujar Mark Lanier.

Kalimat itu bukan sekadar tuduhan. Ini jadi inti dari kasus Meta dan YouTube digugat yang sedang berlangsung.

Awalnya Hiburan, Berujung Ketergantungan

Tidak ada yang langsung terasa berbahaya di awal. Video lucu. Rekomendasi tanpa henti. Scroll yang tidak ada ujungnya.

Namun justru di situlah letak masalahnya.

Platform seperti YouTube dan Instagram bekerja seperti “mesin rekomendasi tanpa rem”. Semakin lama digunakan, semakin paham apa yang membuat pengguna betah. Dan bagi anak-anak, ini seperti permen tanpa batas.

Beberapa pola yang disorot dalam gugatan:

  • Konten direkomendasikan terus-menerus tanpa jeda
  • Notifikasi yang mendorong pengguna kembali
  • Algoritma yang menyesuaikan dengan emosi pengguna
  • Fitur autoplay yang membuat sulit berhenti

Efeknya? Bukan sekadar waktu yang terbuang.

Kaley diklaim mengalami gangguan kesehatan mental serius. Dari kecemasan, tekanan emosional, hingga ketergantungan yang sulit dikendalikan.

Pembelaan Meta dan YouTube: Bukan Sesederhana Itu

Di sisi lain, Meta dan YouTube tidak tinggal diam.

Pengacara Meta justru membuka sisi lain kehidupan Kaley. Mereka menyebut bahwa tekanan psikologis sudah ada sejak kecil—bahkan sebelum mengenal media sosial.

“Namun dalam kasus yang menyangkap tekanan psikologis, itulah yang harus Anda pertimbangkan.” — ujar Paul Schmidt.

Sementara itu, pihak YouTube bahkan mempertanyakan dasar tuduhan tersebut.

“Itu bukan kecanduan media sosial kalau itu bukan media sosial dan itu bukan kecanduan.” — kata Luis Li di hadapan juri.

Argumen ini memicu perdebatan panas. Apakah platform benar-benar penyebab, atau hanya memperbesar masalah yang sudah ada?

Lebih dari 2.300 Gugatan, Bukan Kasus Biasa

Kasus ini bukan berdiri sendiri. Meta dan YouTube digugat dalam gelombang besar—lebih dari 2.300 gugatan dari orang tua hingga institusi pendidikan.

Banyak yang membandingkannya dengan kasus “Big Tobacco” di era 1990-an. Bedanya, kali ini bukan rokok—melainkan aplikasi di genggaman.

Bahkan, juri di New Mexico baru-baru ini memutuskan Meta harus membayar sekitar USD 375 juta. Sebuah sinyal bahwa arah angin bisa berubah.

Apa Artinya Bagi Orang Tua dan Anak?

Di luar ruang sidang, pertanyaannya sederhana—tapi mengganggu:

Apakah anak-anak benar-benar aman di media sosial?

Kasus Meta dan YouTube digugat ini membuka diskusi yang lebih besar. Bukan hanya soal hukum, tapi soal kebiasaan sehari-hari yang selama ini dianggap “normal”.

Mungkin, yang perlu dipikirkan bukan hanya apa yang ditonton anak. Tapi bagaimana mereka dibuat terus menonton.

Dan di situlah, cerita Kaley menjadi cermin yang sulit diabaikan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritanda.com di Google News