beritanda.com – Keputusan dirut BEI mengundurkan diri menjadi sorotan utama pelaku pasar pada Jumat, 30 Januari 2026. Iman Rachman secara resmi menyatakan mundur dari jabatan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia di tengah volatilitas pasar dan tekanan berat terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Langkah ini diposisikan sebagai bentuk tanggung jawab langsung atas guncangan pasar yang terjadi dalam dua hari terakhir, sekaligus upaya menjaga kepercayaan investor.
Pernyataan itu disampaikan Iman dalam konferensi pers singkat tanpa sesi tanya jawab. Dengan nada tenang namun tegas, ia menekankan bahwa keputusan tersebut diambil secara sadar, meski IHSG pada pembukaan perdagangan pagi hari sempat menunjukkan pemulihan.
Pernyataan Resmi Iman Rachman soal Pengunduran Diri
Dalam pernyataannya, Iman menegaskan alasan utama di balik langkah mundur tersebut.
“Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujarnya.
Meski begitu, ia tetap menyampaikan harapan terhadap pasar modal nasional.
“Semoga dengan pengunduran diri saya ini, pasar modal kita jadi lebih baik,” kata dia.
Artinya, pengunduran diri ini tidak dimaksudkan sebagai penghindaran tanggung jawab, melainkan simbol akuntabilitas di tengah tekanan eksternal dan internal yang datang bersamaan.
IHSG Rebound di Tengah Keputusan Direktur BEI Mundur
Sementara itu, pergerakan IHSG pada Jumat pagi memperlihatkan dinamika yang kontras. Pada pembukaan perdagangan, indeks berada di level 8.308,725 dan sempat melonjak hingga menyentuh 8.408. Mengacu data RTI hingga pukul 09.25 WIB, IHSG naik 102,680 poin atau 1,25 persen ke posisi 8.334,882.
Namun pada praktiknya, volatilitas belum sepenuhnya reda. IHSG sempat kembali melemah hingga ke level terendah 8.167 pada sesi yang sama. Secara faktual, kondisi ini mencerminkan pasar yang masih mencari keseimbangan baru pasca keputusan MSCI dan kabar direktur BEI mundur.
Tekanan MSCI dan Trading Halt Jadi Latar Belakang
Yang jadi sorotan, tekanan terhadap pasar modal Indonesia dipicu keputusan MSCI yang membekukan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham Indonesia, termasuk pembatasan kenaikan bobot dan penambahan saham baru. Imbasnya, IHSG anjlok dua hari berturut-turut hingga memicu trading halt.
Pada Rabu (28/1), IHSG ditutup di level 8.320 setelah merosot 659,67 poin atau 7,35 persen. Sehari berselang, Kamis (29/1), indeks kembali turun 88,35 poin ke level 8.232, bahkan sempat tertekan ke 7.481.
Mekanisme Pengganti Dirut BEI
Terkait kelangsungan kepemimpinan, Iman menjelaskan proses akan berjalan sesuai anggaran dasar.
“Nanti akan ada sementara (pelaksana tugas) yang akan ditunjuk berdasarkan aturan kita sampai ditunjuk definitif direktur utama yang baru,” ujarnya.
Pengunduran diri Iman Rachman menjadi titik krusial dalam dinamika pasar modal saat ini. Dampaknya tidak hanya bersifat struktural di internal BEI, tetapi juga psikologis bagi investor. Waktu yang akan membuktikan sejauh mana langkah ini mampu meredam gejolak dan mengembalikan stabilitas pasar.
