Home » Ekbis » Apa Itu Free Float? Pahami Bedanya dengan Saham Beredar
apa itu Free FloatIlustrasi - Karyawan mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) - dok Antara | Dhemas Reviyanto

Beritanda.com – Free float adalah konsep penting dalam investasi saham yang sering disalahpahami investor pemula. Istilah ini menjelaskan jumlah saham yang benar-benar beredar di publik dan bebas diperdagangkan setiap hari di bursa. Memahami free float membantu investor membaca struktur kepemilikan saham, menilai likuiditas, dan menghindari risiko volatilitas berlebihan sejak awal.

Apa Itu Free Float Saham

Free float saham adalah jumlah saham suatu perusahaan yang tersedia untuk diperdagangkan oleh publik. Saham ini dimiliki oleh masyarakat umum dengan porsi kepemilikan masing-masing kurang dari 5 persen. Kepemilikan tersebut tidak berada di tangan pengendali, pendiri, manajemen, atau institusi yang menahan saham untuk jangka panjang.

Free float menjadi indikator penting karena mencerminkan seberapa banyak saham yang benar-benar “aktif” di pasar. Semakin besar free float, semakin banyak saham yang bisa dibeli atau dijual investor kapan saja. Kondisi ini biasanya membuat transaksi lebih lancar dan harga lebih stabil.

Di Indonesia, Bursa Efek Indonesia menetapkan batas minimum free float agar saham tetap tercatat di bursa. Aturan ini bertujuan menjaga likuiditas dan memastikan harga saham terbentuk secara wajar melalui mekanisme pasar.

Perbedaan Free Float dan Outstanding Shares

Investor pemula sering mengira free float sama dengan outstanding shares. Anggapan ini keliru dan bisa menimbulkan kesalahan analisis.

Outstanding shares adalah seluruh saham yang diterbitkan oleh perusahaan. Angka ini mencakup saham yang beredar di publik sekaligus saham yang dipegang pendiri, manajemen, dan investor institusional. Semua saham yang pernah dilepas perusahaan masuk ke dalam kategori ini.

Free float hanya menghitung sebagian dari outstanding shares. Saham yang dimiliki pengendali atau pihak yang tidak aktif memperdagangkan sahamnya tidak termasuk dalam free float. Karena itu, nilai free float selalu lebih kecil dari outstanding shares.

Perbedaan ini penting karena likuiditas saham ditentukan oleh free float, bukan oleh total saham yang diterbitkan perusahaan.

Cara Menghitung Free Float Saham

Cara menghitung free float sebenarnya cukup sederhana. Investor perlu mengetahui jumlah saham beredar dan mengurangkan saham yang tidak tersedia untuk publik.

Rumus dasarnya adalah:
Free Float = Outstanding Shares – Restricted Shares – Closely Held Shares
Rasio Free Float = Free Float : Outstanding Shares

Keterangan:

  • Outstanding Shares : Jumlah saham yang dirilis perusahaan untuk investor (bukan termasuk saham treasury).
  • Restricted Shares : Jumlah saham yang tidak dapat dialihkan hingga keadaan tertentu dipenuhi. Biasanya, dimiliki direktur dan eksekutif perusahaan.
  • Closely Held Shares : Jumlah saham yang dimiliki untuk periode waktu lama. Biasanya, saham ini dipegang oleh orang dalam.

Contoh :

Perusahaan Teknologi “B” memiliki total saham resmi (authorized) sebanyak 2.000.000 lembar. Dari jumlah tersebut, saham yang sudah diterbitkan ke pasar (outstanding shares) adalah 1.500.000 lembar. Ibu Siska selaku pendiri perusahaan memegang 600.000 lembar, dan ada saham manajemen yang dikunci (restricted) sebanyak 150.000 lembar.

Perhitungan :

Free Float = Outstanding Shares – Restricted Shares – Closely Held Shares
= 1.500.000 – 600.000 – 150.000
= 750.000 lembar

Rasio Free Float = Free Float : Outstanding Shares
= 750.0000 : 1.500.000
= Rasio Free Float = 0,5 (atau 50%)

Jadi rasio free float saham Perusahaan Teknologi “B” adalah 0,5 atau 50% dari total saham yang telah diterbitkan.

Mengapa Free Float Penting untuk Investor Pemula

Free float berperan besar dalam menentukan likuiditas saham. Saham dengan free float kecil biasanya sulit diperdagangkan karena jumlahnya terbatas di pasar. Kondisi ini sering membuat selisih harga jual dan beli melebar.

Free float juga memengaruhi volatilitas harga. Saham dengan free float rendah lebih mudah melonjak atau turun tajam meskipun volume transaksi tidak besar. Sebaliknya, saham dengan free float tinggi cenderung bergerak lebih stabil.

Bagi investor pemula, memahami free float membantu menghindari saham yang tampak menarik tetapi berisiko tinggi karena struktur kepemilikannya terlalu terkonsentrasi.tstanding Shares