Bekasi, Beritanda.com – Teriakan “longsor!” memecah siang di TPST Bantar Gebang. Dalam hitungan detik, gunung sampah setinggi gedung 16 lantai runtuh dan menimpa truk serta warung di lokasi, Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Insiden di Bantar Gebang itu terjadi saat truk-truk sampah Jakarta sedang antre membongkar muatan. Longsoran tiba-tiba menutup jalan operasional, menimbun kendaraan, dan memicu operasi penyelamatan besar-besaran oleh tim SAR.
Detik-Detik Longsor Bantar Gebang yang Mengejutkan
Saksi mata menggambarkan momen runtuhnya gunungan sampah di Bantar Gebang seperti gelombang raksasa yang datang tanpa peringatan.
Fauzan Anarki (28), yang saat itu baru keluar dari warung kopi, mengaku langsung panik ketika melihat gunung sampah bergerak.
“Saya mendengar teriakan ‘longsor! longsor!’ lalu menoleh ke belakang. Gunung sampah itu langsung runtuh seperti gelombang besar dan menutup jalan,” ujarnya.
Menurut penjelasan Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, longsoran tersebut menimpa lima truk sampah dan satu warung di sekitar lokasi.
Peristiwa ini pertama kali dilaporkan petugas keamanan yang sedang melakukan kontrol di area TPST setelah mendengar teriakan warga.
Informasi langsung disebarkan melalui grup komunikasi keamanan sehingga petugas tanggap darurat segera menuju lokasi Bantar Gebang.
Data Korban Longsor Bantar Gebang
Hingga H+1 pada Senin (9/3/2026), tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sejumlah korban dari timbunan sampah.
Berikut data korban sementara:
Korban meninggal dunia (6 orang):
- Enda Widayanti (25)
- Sumine (60)
- Dedi Sutrisno (22)
- Irwan Suprihatin (40)
- Jussova Situmorang
- Hardianto
Korban selamat (6 orang):
- Budiman
- Johan
- Safifudin
- Slamet
- Ato
- Dofir
Masih dalam pencarian:
- Riki
Total terdapat 13 orang terdampak dalam insiden longsor di Bantar Gebang.
Proses Evakuasi Berpacu dengan Waktu
Operasi pencarian korban di Bantar Gebang melibatkan tim gabungan dari berbagai instansi.
Beberapa unsur yang terlibat antara lain:
- Basarnas
- BPBD DKI Jakarta dan Kota Bekasi
- TNI dan Polri
- Pemadam Kebakaran
Untuk mempercepat pencarian, tim juga mengerahkan berbagai peralatan berat.
Peralatan yang digunakan:
- 19 ekskavator
- 7 unit ambulans
- anjing pelacak K9
- drone thermal untuk mendeteksi panas tubuh
Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari mengatakan tim terus melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.
“Jumlah korban masih terus dalam pendataan berdasarkan keterangan saksi dan pihak keluarga yang kehilangan anggotanya,” ujarnya.
Gunung Sampah Raksasa di Bantar Gebang
Tragedi ini kembali menyoroti kondisi kritis Bantar Gebang, tempat pengelolaan sampah terbesar yang menampung limbah dari Jakarta.
Beberapa fakta mengejutkan mengenai lokasi ini:
- Luas area sekitar 110,3 hektare
- Tinggi gunungan sampah lebih dari 50 meter
- Setara gedung 16 lantai
- Menerima 7.500–8.000 ton sampah per hari
Dengan beban tersebut, kapasitas Bantar Gebang yang mencapai sekitar 70 juta ton kini diperkirakan telah terisi lebih dari 80 persen.
Bayangkan saja: setiap hari ribuan truk datang menambah tinggi gunung sampah yang sudah menjulang.
Dan ketika hujan deras datang, stabilitas tumpukan itu bisa berubah menjadi ancaman nyata.
Peristiwa longsor di Bantar Gebang ini pun menjadi pengingat keras bahwa krisis pengelolaan sampah bukan lagi isu jauh di depan—melainkan masalah yang sudah berdiri tepat di depan mata.
