Home » News » Daerah » Retakan Tanah Meluas, Kutawaringin Rawan Longsor
Kutawaringin rawan longsorIlustrasi longsor - dok Ist

Bandung, Beritanda.com – Wilayah Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, kini masuk kategori rawan longsor setelah retakan tanah terus meluas dan mengancam permukiman warga. Kondisi ini memicu kecemasan masyarakat, terutama saat hujan deras atau gempa bumi berpotensi terjadi. Pemerintah daerah bersama BPBD telah melakukan peninjauan dan mitigasi awal, meski sebagian warga memilih bertahan di rumah.

Retakan Tanah Picu Kekhawatiran Warga

Retakan tanah yang muncul di Kecamatan Kutawaringin semakin jelas terlihat dan memanjang dari hari ke hari. Warga yang tinggal di sekitar lokasi menyebut perubahan kondisi tanah terjadi cukup cepat dan menimbulkan rasa takut.

Salah satu warga setempat, mengaku khawatir retakan tersebut berkembang menjadi longsor sewaktu-waktu. Rumahnya berada tidak jauh dari area terdampak.

Saya takut kalau hujan besar tiba-tiba tanahnya ambruk. Retakannya makin kelihatan,” ujarnya.

Selain rasa cemas, warga juga menilai penanganan tidak cukup hanya dengan imbauan mengungsi. Mereka berharap ada penjelasan menyeluruh terkait penyebab retakan agar risiko rawan longsor bisa ditekan.

Kami minta pemerintah tidak hanya menyuruh pindah, tapi juga mengecek penyebab retakan ini supaya bisa dicegah,” katanya.

Warga Enggan Mengungsi karena Keterbatasan

Meski telah diminta untuk mengungsi sementara, sebagian warga memilih bertahan. Alasan utama adalah keterbatasan tempat relokasi dan ketergantungan pada rumah yang mereka miliki.

Mau pindah ke mana? Kami hanya punya rumah ini,” ujarnya.

Camat Kutawaringin, Asep Ruswandi, menyebut retakan tanah tersebut memiliki panjang sekitar 50 meter dan berada di area lereng yang dihuni puluhan warga dan berpotensi memicu longsor.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bandung telah turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi lapangan dan tingkat risikonya.

Karena adanya penolakan mengungsi, pemerintah meminta warga menandatangani surat pernyataan kesadaran risiko.

Supaya jika terjadi sesuatu, tidak menyalahkan pemerintah,” katanya.

Kajian ITB dan Langkah Mitigasi

Berdasarkan kajian Institut Teknologi Bandung (ITB), wilayah Kutawaringin berada di zona vulkanik dan tektonik kompleks di selatan Jawa Barat. Area ini dipengaruhi sejarah vulkanisme Cekungan Bandung dan struktur sesar regional berarah barat laut–tenggara.

Karakter tanah vulkanik yang mudah lapuk serta struktur tanah yang tidak homogen menjadikan kawasan ini rawan longsor, terutama saat kadar air meningkat akibat hujan.

Asep memastikan BPBD Kabupaten Bandung tetap melakukan langkah mitigasi, termasuk edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

Upaya pencegahan terus dilakukan untuk meminimalkan potensi korban,” katanya.