Home » News » Daerah » DJ Terkenal di Medan Ditangkap Kasus Narkoba, Modus Vape Bikin Kaget
Dj Terkenal di Medan Kasus NarkobaSeorang DJ terkenal di Medan tersandung kasus Narkoba dalam Vape - dok Ist

Medan, Beritanda.com – Dunia hiburan malam Medan mendadak geger. Seorang DJ terkenal di Medan berinisial TM alias K ditangkap polisi terkait kasus narkoba pada 10 Maret 2026 di rumahnya, setelah petugas menemukan pod vape berisi zat psikoaktif yang tak biasa.

DJ Terkenal di Medan Ditangkap, Polisi Bongkar Modus Vape

Bayangkan rokok elektrik biasa. Terlihat seperti gaya hidup modern, sering dipakai anak muda. Namun dalam kasus DJ terkenal di Medan ini, perangkat vape justru berubah fungsi—bukan sekadar alat hisap nikotin, melainkan wadah narkoba jenis baru.

Penangkapan terjadi di sebuah rumah di kawasan Perumahan Jangka Residence, Medan pada Selasa dini hari (10/3/2026). Polisi sebelumnya menerima laporan masyarakat tentang dugaan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan narkotika.

Setelah dua hari melakukan pengintaian, petugas akhirnya melakukan penggerebekan. Hasilnya cukup mengejutkan.

Beberapa orang langsung diamankan di dalam rumah, termasuk DJ terkenal di Medan tersebut yang berada di lantai dua.

Kronologi Penangkapan yang Berawal dari Paket Ojol

Kasus narkoba yang melibatkan DJ terkenal di Medan ini bermula dari pengamatan polisi terhadap sebuah paket yang diantar ojek online.

Menurut keterangan polisi, situasinya berkembang cepat.

Rangkaian kejadian yang terungkap antara lain:

  1. 9 Maret 2026 dini hari
    Polisi menerima laporan masyarakat mengenai dugaan transaksi narkoba.
  2. 9–10 Maret 2026
    Satres Narkoba melakukan surveillance di sekitar rumah.
  3. 10 Maret 2026 pukul 00.50 WIB
    Petugas menggerebek lokasi setelah melihat paket mencurigakan diantar ke rumah.
  4. Penangkapan di dua lantai rumah
    Dua orang diamankan di lantai satu, sementara DJ terkenal di Medan tersebut ditangkap di lantai dua.

“Petugas melihat seorang ojek online menyerahkan satu plastik yang kami curigai berisi narkotika.” — ujar Kompol M. Yusuf Rafli Nugraha.

Barang Bukti: Pod Vape Hingga Sabu

Saat penggeledahan dilakukan, polisi menemukan sejumlah barang yang memperkuat dugaan penyalahgunaan narkotika.

Barang bukti yang disita antara lain:

  • Jenis narkotika
  • Sabu-sabu sekitar 0,28 gram
  • Sisa sabu dalam bong kaca pirex
  • Liquid vape yang mengandung etomidate

Perangkat vape

  • 4 unit vape merek Real X
  • 1 unit Joyway
  • 1 unit Infai
  • 1 cartridge Labubu
  • 1 pod vape Lamborghini 88

Zat etomidate sendiri sebenarnya dikenal sebagai obat anestesi dalam dunia medis. Namun dalam konteks rekreasional, zat ini bisa memicu efek psikoaktif yang berbahaya.

Alasan DJ Menggunakan Narkoba

Dalam pemeriksaan awal, DJ terkenal di Medan itu mengaku menggunakan pod vape berisi zat psikoaktif sebelum tampil.

Tujuannya, menurut pengakuan tersangka, cukup sederhana: meningkatkan rasa percaya diri.

“Ia menggunakan pod vape tersebut untuk menambah kepercayaan diri sekaligus menjaga stamina saat tampil.” — ujar Iptu Berry Anggara.

Tersangka diketahui sudah sekitar lima tahun berkarier sebagai DJ dan cukup dikenal di dunia hiburan Medan. Aktivitasnya bahkan disebut pernah menjangkau panggung di luar negeri.

Polisi Masih Memburu Pemasok

Selain DJ terkenal di Medan tersebut, polisi juga mengamankan dua orang lain yang berada di rumah saat penggerebekan.

Mereka adalah:

  • RA (24) — asisten laki-laki
  • NA (24) — asisten perempuan

Ketiganya diduga sebagai pengguna narkoba.

Sementara itu, dua orang yang diduga sebagai pemasok narkotika dengan inisial B dan T masih dalam pengejaran polisi.

Ketiga tersangka rencananya akan menjalani asesmen medis di BNN Provinsi Sumatera Utara untuk menentukan apakah mereka akan menjalani rehabilitasi sesuai ketentuan dalam UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kasus DJ terkenal di Medan ini sekaligus membuka mata bahwa modus penyalahgunaan narkoba kini semakin beragam. Bukan lagi hanya paket kecil atau pil—kadang justru tersembunyi dalam benda yang terlihat biasa.

Dan di sinilah bahayanya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritanda.com di Google News