Home » News » Internasional » Amerika Israel Serang Iran, Ledakan Beruntun Guncang Timur Tengah hingga Teluk
Amerika Israel Serang IranKepulan asap membubung setelah ledakan di Teheran - dok Getty

Beritanda.com – Amerika Israel serang Iran dalam operasi militer gabungan yang memicu ledakan besar di Teheran dan sejumlah wilayah lain, sementara rudal balasan menghantam Israel utara dan memicu siaga di negara-negara Teluk Arab.

Serangan yang terjadi Sabtu itu langsung memperluas ketegangan kawasan, ketika Amerika dan Israel menargetkan fasilitas di ibu kota Iran dan wilayah strategis lainnya. Situasi dengan cepat berubah menjadi krisis regional setelah Iran mengancam balasan keras terhadap kepentingan Amerika dan Israel di Timur Tengah.

Ledakan di Teheran hingga Israel Utara

Amerika Israel serang Iran dengan serangkaian serangan yang membuat ledakan terdengar dan terlihat di seluruh Teheran. Kantor berita Fars melaporkan beberapa rudal menghantam Jalan Universitas dan daerah Jomhouri, sementara asap tebal terlihat mengepul di langit ibu kota.

Kantor berita semi-resmi Tasnim menyebut ledakan juga terjadi di wilayah Seyyed Khandan di utara Teheran. Media Iran lainnya melaporkan serangan meluas hingga provinsi Ilam di bagian barat negara itu.

Di saat yang sama, ledakan mengguncang Israel utara ketika sistem pertahanan udara dikerahkan untuk mencegat rudal Iran. Militer Israel menyatakan pihaknya menggunakan sistem pertahanan untuk menembak jatuh proyektil yang masuk, meski belum ada laporan resmi soal korban jiwa.

Sirene berbunyi di berbagai kota Israel. Otoritas Bandara Israel langsung menutup wilayah udara untuk seluruh penerbangan sipil dan meminta masyarakat tidak mendatangi bandara.

Salah satu area yang menjadi sasaran di Teheran dilaporkan berada dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Menurut pejabat yang dikutip Reuters, Khamenei telah dipindahkan ke lokasi aman di luar ibu kota.

Gelombang Dampak hingga Negara-Negara Teluk

Dampak Amerika Israel serang Iran tidak berhenti di dua negara itu. Ledakan terdengar di Bahrain, yang menyatakan markas besar Armada ke-5 Angkatan Laut AS menjadi sasaran rudal.

Di Qatar, Kementerian Pertahanan menyebut satu rudal Iran berhasil dicegat sistem pertahanan Patriot. Wartawan Al Jazeera melaporkan peringatan siaga terdengar di Doha dan suasana tegang menyelimuti kota.

Uni Emirat Arab dan Kuwait juga melaporkan suara ledakan. Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab segera menutup wilayah udara mereka sebagai langkah darurat.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan operasi gabungan itu bertujuan untuk “menghilangkan ancaman nyata dari rezim Iran”. Ia menegaskan militer AS telah memulai operasi tempur besar-besaran untuk membela rakyat Amerika.

Sementara itu, seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Al Jazeera bahwa “semua aset dan kepentingan Amerika dan Israel di Timur Tengah telah menjadi target yang sah” dan bahwa “tidak ada garis merah setelah agresi ini.”

Pernyataan tersebut memperjelas bahwa Amerika Israel serang Iran telah membuka fase konfrontasi baru yang melibatkan lebih banyak negara. Penutupan wilayah udara, siaga militer, dan ancaman pembalasan menunjukkan konflik ini berpotensi meluas melampaui batas Iran dan Israel.

Dengan komunikasi seluler terganggu di beberapa wilayah Teheran dan armada militer dikerahkan di berbagai titik, kawasan Timur Tengah kini berada dalam ketidakpastian tinggi. Dunia menanti apakah eskalasi ini akan mereda atau justru berkembang menjadi konflik regional yang lebih luas.

Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritanda.com di Google News