Home » News » Daerah » “War Cerai” Viral di Pengadilan Agama Surabaya, Sidang Tembus 300 Perkara Sehari
Ilustrasi CeraiIlustrasi Cerai

Surabaya, Beritanda.com – Keramaian di Pengadilan Agama Surabaya viral di media sosial setelah ratusan warga memadati ruang tunggu sidang selama Ramadhan 2026. Fenomena yang dijuluki warganet sebagai “war cerai” itu muncul setelah video antrean panjang pemohon perceraian tersebar luas pada awal Maret 2026.

Fenomena “War Cerai” di Pengadilan Agama Surabaya

Video yang memperlihatkan ratusan warga memenuhi area Pengadilan Agama Surabaya mulai beredar pada 2 Maret 2026. Dalam video tersebut terlihat antrean panjang masyarakat yang datang untuk mengikuti sidang maupun mengurus perkara perceraian.

Viralnya kondisi itu memunculkan istilah “war cerai” di media sosial. Banyak warganet menganggap bulan Ramadhan menjadi periode meningkatnya permohonan perceraian di Pengadilan Agama Surabaya.

Namun pihak pengadilan menegaskan bahwa keramaian tersebut bukan fenomena baru. Aktivitas sidang di Pengadilan Agama Surabaya memang dikenal sangat padat hampir sepanjang tahun karena tingginya jumlah perkara yang masuk.

Humas Pengadilan Agama Surabaya, Akramudin, menjelaskan bahwa kepadatan warga di pengadilan merupakan dampak dari penumpukan jadwal sidang setelah libur panjang.

Itu dampak daripada libur yang kemarin itu. Jadi kita menundanya itu dua minggu. Jadi memang menundanya sidang itu dari hari Senin tanggal 16 Februari 2026,” ujar Akramudin.

Menurutnya, sidang yang seharusnya digelar pada pertengahan Februari harus ditunda hingga akhir bulan. Akibatnya, jadwal sidang yang tertunda bertumpuk dengan agenda sidang di awal Ramadhan.

Kapasitas Sidang Bisa Tembus 200–300 Perkara Sehari

Pengadilan Agama Surabaya merupakan salah satu pengadilan agama dengan beban perkara tertinggi di Indonesia. Setiap tahun, ribuan perkara perceraian ditangani lembaga ini.

Data pengadilan menunjukkan sepanjang 2025 terdapat 6.080 kasus perceraian yang masuk. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 5.644 perkara.

Secara rata-rata, Pengadilan Agama Surabaya menerima sekitar 800 hingga 900 perkara perceraian setiap bulan. Artinya, hampir setiap hari puluhan hingga ratusan perkara harus ditangani.

Dalam operasionalnya, pengadilan ini memiliki 15 hakim yang menangani perkara di empat ruang sidang. Setiap ruang sidang bisa menangani puluhan perkara setiap hari.

Akramudin menjelaskan bahwa dalam kondisi padat, jumlah sidang bisa mencapai ratusan perkara per hari.

Rata-rata tertinggi 68 sidang dalam satu ruang sidang per hari. Kalau rata-rata 50 berarti satu hari bisa sekitar 200 sidang,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa jumlah warga yang datang tidak hanya mereka yang menjalani sidang. Banyak juga pengunjung yang datang untuk berkonsultasi, mencari informasi, atau mendaftar perkara baru.

Kemudian belum lagi yang datang mau mendaftar. Jadi kondisi itu yang membuat pengadilan terlihat sangat padat,” ujarnya.

Cerai Gugat Jadi Kasus Terbanyak

Data perkara menunjukkan bahwa mayoritas perceraian di Pengadilan Agama Surabaya diajukan oleh pihak istri melalui cerai gugat. Jumlahnya jauh lebih besar dibandingkan cerai talak yang diajukan suami.

Pada 2025, komposisi perkara perceraian di Pengadilan Agama Surabaya tercatat sebagai berikut:

  1. Cerai gugat (diajukan istri): 4.469 perkara atau sekitar 73,5 persen.
  2. Cerai talak (diajukan suami): 1.611 perkara atau sekitar 26,5 persen.

Beberapa faktor yang paling sering memicu perceraian antara lain masalah ekonomi, konflik rumah tangga berkepanjangan, hingga pasangan yang menikah pada usia relatif muda.

Selain itu, tekanan ekonomi keluarga seperti kehilangan pekerjaan atau ketidakmampuan memenuhi kebutuhan rumah tangga juga sering menjadi alasan gugatan cerai.

Meski fenomena “war cerai” viral di media sosial, pihak pengadilan menegaskan bahwa Ramadhan bukanlah penyebab utama lonjakan perceraian. Kepadatan di Pengadilan Agama Surabaya lebih dipengaruhi oleh tingginya volume perkara serta penumpukan jadwal sidang setelah masa libur.

Dengan jumlah perkara yang terus tinggi setiap tahun, Pengadilan Agama Surabaya tetap menjadi salah satu lembaga peradilan dengan aktivitas sidang paling padat di Indonesia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritanda.com di Google News