Beritanda.com – Konami mengumumkan bahwa Silent Hill f telah melampaui 2 juta unit penjualan global sejak dirilis pada 25 September 2025. Angka itu menjadikannya salah satu kebangkitan franchise horor paling sukses dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus memperkuat sinyal bahwa Konami serius menghidupkan kembali Silent Hill setelah lebih dari satu dekade limbo.
Game survival horror garapan NeoBards Entertainment tersebut sebelumnya langsung mencetak 1 juta kopi terjual hanya pada hari pertama peluncuran. Kini, kurang dari tujuh bulan setelah rilis, Silent Hill f berhasil menggandakan pencapaian itu lewat penjualan fisik dan digital murni di PlayStation 5, Xbox Series X/S, serta PC.
| Milestone | Pencapaian |
|---|---|
| 25 September 2025 | 1 juta kopi terjual di hari pertama |
| 22 April 2026 | Menembus 2 juta unit global |
| 13 Mei 2026 | Konami umumkan diskon Dual Pack Silent Hill |
Pencapaian ini terasa signifikan karena Silent Hill f bukan game aksi blockbuster mainstream. Game tersebut mengusung pendekatan horor psikologis lambat, berlatar Jepang tahun 1960-an, dengan gameplay melee-only tanpa senjata api sama sekali.
Konami Akhirnya Menemukan Arah Baru Silent Hill
Kesuksesan Silent Hill f tidak berdiri sendiri. Angka penjualan itu datang setelah franchise Silent Hill mengalami masa stagnasi panjang sejak era Silent Hill: Downpour pada 2012.
Selama 13 tahun terakhir, nama Silent Hill lebih sering muncul lewat rumor, proyek batal, dan nostalgia terhadap P.T. dibanding rilisan besar baru. Karena itu, keberhasilan Silent Hill 2 Remake pada 2024 dan Silent Hill f pada 2025 menjadi titik penting bagi Konami.
“Setelah rilis Silent Hill 2 pada Oktober 2024 dan Silent Hill f pada September 2025, seri Silent Hill mulai kembali ke jalurnya,” ujar produser seri Silent Hill, Motoi Okamoto, dalam wawancara bersama Famitsu.
Okamoto bahkan mengungkap target baru Konami untuk menjaga ritme perilisan sekitar satu judul Silent Hill per tahun, termasuk proyek yang belum diumumkan.
Itu berarti Konami kini tidak lagi memperlakukan Silent Hill sebagai franchise nostalgia sesekali, melainkan kembali menjadikannya salah satu IP utama mereka.
Horor Jepang Jadi Kunci Kesuksesan
Salah satu faktor terbesar di balik respons positif Silent Hill f adalah keberanian Konami mengubah arah kreatif franchise. Mereka merekrut Ryukishi07, penulis visual novel horor Higurashi When They Cry, demi mengembalikan identitas horor Jepang yang dianggap mulai hilang dari seri sebelumnya.
Alih-alih mengandalkan aksi cepat atau jumpscare besar, Silent Hill f membangun ketakutan lewat atmosfer sunyi, trauma psikologis, dan visual grotesque yang kontras dengan keindahan bunga sakura serta pedesaan Jepang era Showa.
Konsep “Find the Beauty in Terror” menjadi fondasi utama desain game ini.
NeoBards juga mengambil langkah berisiko dengan menghapus senjata api sepenuhnya. Seluruh pertarungan berfokus pada melee combat dengan stamina terbatas dan degradasi senjata, menciptakan ritme permainan yang lebih lambat dan menekan.
Keputusan itu memang memecah opini pemain. Sebagian memuji pendekatan survival horror klasiknya, sementara sebagian lain merasa sistem combat terlalu kaku. Namun secara umum, narasi dan atmosfer game mendapat pujian luas dari kritikus.
Metacritic bahkan menyebut Ryukishi07 berhasil menciptakan salah satu cerita Silent Hill paling kuat dalam sejarah franchise.
Dampaknya Lebih Besar dari Sekadar Angka Penjualan
Keberhasilan Silent Hill f ikut menunjukkan perubahan tren pasar game horor modern. Di tengah dominasi game multiplayer dan live service, pemain ternyata masih memiliki minat besar terhadap pengalaman single-player berbasis narasi.
Fakta lain yang jarang dibahas adalah angka 2 juta Silent Hill f berasal dari penjualan murni, bukan jumlah pemain dari layanan langganan seperti PS Plus atau Game Pass. Ini membuat performa komersialnya dianggap lebih “bersih” dibanding sebagian game AAA modern lainnya.
Konami sendiri tampaknya mulai percaya diri memperluas semesta Silent Hill. Tahun ini, mereka dijadwalkan merilis Silent Hill Townfall, sementara remake Silent Hill pertama dari Bloober Team disebut masih dalam pengembangan untuk target setelah 2027.
Jika momentum ini bertahan, Silent Hill bisa kembali berdiri sejajar dengan Resident Evil sebagai salah satu franchise horor terbesar industri game.
