Home » News » Daerah » Kalibata Mencekam, Dua Anggota Mata Elang Tewas Dikeroyok di Depan TMP
Pengeroyokan Mata Elang di kalibataPengeroyokan Mata Elang di kalibata (Kolase Pembakaran)

Jakarta, Beritanda.com – Kerusuhan pecah di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata setelah dua anggota mata elang (matel) tewas dikeroyok. Aksi balasan dari kelompok matel memicu pembakaran kios, tenda PKL, hingga kendaraan pada Kamis malam.

Ketegangan Meningkat Setelah Dua Mata Elang Tewas

Situasi di Jalan Raya Kalibata awalnya hanya ramai oleh warga dan pedagang malam. Namun semuanya berubah setelah dua mata elang Kalibata ditemukan tewas di bawah tenda PKL.

Kejadian bermula ketika dua orang debt collector atau biasa disebut mata elang tersebut menghentikan pengendara yang diduga menunggak kredit. Tidak lama kemudian, lima orang keluar dari sebuah mobil dan menyerang mereka secara membabi buta.

Satu korban meninggal di tempat, sementara satu lainnya sempat dirawat intensif sebelum akhirnya meninggal di

rumah sakit.

Massa Datang  Membuat Kerusuhan

Menjelang malam, belasan pria berkumpul di sekitar TKP tanpa ada polisi yang berjaga. Area yang gelap, dibantu cahaya tenda PKL, membuat suasana makin mencekam. Beberapa orang terlihat memantau siapa pun yang mengambil dokumentasi.

Kondisi makin panas ketika dua kelompok saling berhadapan. Adu mulut pecah, tenda PKL diserang, lampu dimatikan, dan sebuah mobil sedan hitam melintas dengan kecepatan tinggi. Upaya menghadang kendaraan itu membuat massa makin brutal. Kaca pos keamanan ikut pecah, dan perlahan kerusuhan terbuka tak terhindarkan.

Tenda, kios, serta sepeda motor dibakar. Polisi mencatat setidaknya ada enam titik api malam itu. Massa juga sempat memarahi warga yang merekam insiden karena merasa pelaku pengeroyokan belum ditemukan.

Upaya Pemadaman dan Pengamanan Hingga Situasi Kondusif

Baca Juga: Panduan Lengkap Mudik Gratis 2026 Jateng, Daftar dan Jadwal

left;">Ketika api mulai membesar, polisi tiba untuk memukul mundur massa dan menutup akses di Jalan Raya Kalibata. Warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, sementara pemilik kios mencoba menyelamatkan barang yang masih bisa diambil.

Sekitar pukul 23.00 WIB, kebakaran kembali muncul. Satu mobil diduga taksi listrik hangus terbakar, tenda PKL, gerobak, hingga pohon peneduh. Polisi membawa APAR untuk penanganan awal dan mengamankan tabung gas agar tidak meledak.

Beberapa ledakan kecil tetap terdengar sebelum mobil pemadam tiba pada pukul 23.38 WIB dan sepenuhnya memadamkan api dalam waktu kurang dari 20 menit.

Meski pagi harinya kondisi sudah jauh lebih kondusif, garis polisi masih menutup titik-titik kerusakan. Arus lalu lintas Jalan Raya Kalibata pun kembali dibuka, dan pembersihan area dilakukan petugas PPSU bersama sejumlah pemulung.

***