Beritanda.com – Tradisi pulang kampung setiap Lebaran selalu menghadirkan lonjakan perjalanan besar. Namun mudik 2026 diprediksi sedikit berbeda, karena arus perjalanan tidak hanya memuncak sekali, melainkan dua kali dalam waktu berdekatan.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, prediksi mudik 2026 menunjukkan puncak arus pertama terjadi pada 14–15 Maret 2026, disusul gelombang kedua pada 16 dan 18 Maret 2026. Artinya, kepadatan perjalanan kemungkinan tersebar selama beberapa hari, bukan hanya satu tanggal kritis.
Prediksi Mudik 2026: Dua Puncak Perjalanan Terjadi di Maret
Survei nasional yang dilakukan pemerintah memperkirakan 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan selama periode mudik 2026.
Jumlah tersebut memang sedikit lebih rendah dibanding tahun sebelumnya, namun tetap menunjukkan skala mobilitas yang sangat besar.
Menariknya, prediksi mudik 2026 menunjukkan pola pergerakan yang tidak biasa.
Alih-alih satu puncak perjalanan, arus diperkirakan terbagi menjadi dua periode padat:
- 14–15 Maret 2026 — gelombang awal pemudik
- 16 dan 18 Maret 2026 — gelombang utama perjalanan
Pada salah satu hari puncak, jumlah pergerakan masyarakat bahkan diperkirakan mencapai sekitar 22 juta orang dalam satu hari.
WFA Jadi Faktor Penyebaran Arus Mudik
Salah satu faktor yang memengaruhi prediksi mudik 2026 adalah kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang disetujui pemerintah.
Kebijakan ini memungkinkan sebagian pekerja melakukan pekerjaan dari lokasi mana saja dalam periode tertentu.
Untuk musim mudik tahun ini, pemerintah menetapkan:
- 14–15 Maret 2026 → periode WFA untuk keberangkatan mudik
- 25–27 Maret 2026 → periode WFA untuk arus balik
Dengan skema tersebut, masyarakat memiliki fleksibilitas memilih waktu perjalanan sehingga kepadatan di jalan diharapkan tidak menumpuk dalam satu hari saja.
Jawa Barat Jadi Penyumbang Pemudik Terbesar
Dalam prediksi mudik 2026, distribusi pemudik juga menunjukkan pola yang cukup jelas.
Wilayah dengan jumlah pemudik terbesar diperkirakan berasal dari Jawa Barat.
Data survei menunjukkan:
- Jawa Barat: sekitar 30,97 juta pemudik
- Jawa Tengah: sekitar 17,7 juta pemudik masuk
- Indonesia Timur: sekitar 882.620 pemudik melalui jalur pelabuhan
Pelabuhan Makassar sendiri diprediksi menjadi pelabuhan tersibuk di kawasan timur Indonesia selama musim mudik.
Pemerintah Siapkan Puluhan Ribu Armada
Untuk menghadapi mudik 2026, pemerintah juga menyiapkan infrastruktur transportasi dalam jumlah besar.
Total armada yang disiapkan mencapai 36.660 unit dari berbagai moda transportasi.
Rinciannya meliputi:
- 31.300 bus
- 841 kapal laut
- 254 kapal feri
- 372 pesawat
- 3.893 gerbong kereta api
Selain itu, lebih dari 32.760 kendaraan angkutan umum telah menjalani pemeriksaan kelaikan jalan guna memastikan keselamatan perjalanan.
Prediksi Mudik 2026 Jadi Ujian Manajemen Transportasi Nasional
Meski jumlah pemudik diperkirakan sedikit menurun dibanding tahun lalu, skala mobilitas masyarakat tetap sangat besar.
Karena itu, prediksi mudik 2026 menjadi tantangan penting bagi pemerintah dalam mengelola distribusi perjalanan.
Jika pola dua puncak perjalanan ini benar-benar terjadi, maka strategi pengaturan arus lalu lintas, transportasi massal, hingga sistem pemantauan digital akan menjadi faktor kunci untuk memastikan perjalanan masyarakat tetap aman dan lancar selama musim mudik.
