Pontianak, Beritanda.com – Helikopter PK-CFX dilaporkan hilang kontak saat terbang dari Melawi menuju Kubu Raya, Kamis (16/4/2026), dan baru bisa dievakuasi keesokan harinya setelah tim SAR sempat tertahan hanya 50 meter dari titik jatuh di hutan lebat Sekadau.
Detik-Detik Hilang Kontak hingga Titik Jatuh Ditemukan
Perjalanan helikopter Airbus H130 T2 itu awalnya berlangsung dalam misi peninjauan perkebunan kelapa sawit. Namun, di tengah rute Melawi menuju Kubu Raya, komunikasi tiba-tiba terputus.
Masih di hari yang sama, Kamis sore, pencarian dari udara mulai membuahkan hasil. Tim mendeteksi serpihan di kawasan hutan Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.
Temuan ini langsung mengubah operasi dari pencarian menjadi upaya evakuasi. Tim darat pun bergerak menembus hutan dengan medan yang tidak ramah.
Hanya 50 Meter, Tapi Tak Bisa Mendekat
Menjelang malam, tim SAR gabungan berhasil mendekati lokasi. Jarak mereka tinggal sekitar 50 meter dari titik jatuh.
Namun kondisi berubah cepat. Gelap total menyelimuti hutan, jalur yang ditempuh berupa bukit terjal, dan risiko keselamatan tim meningkat drastis.
“Kondisinya gelap, belum lagi medan yang sulit dan terjal makanya dilakukan pencarian besok” ujar Kabagops Polres Sekadau, AKP Sugiyanto.
Keputusan pun diambil: evakuasi ditunda. Tim memilih bertahan (bivak) di atas bukit, menunggu cahaya pagi.
Pagi Hari Jadi Penentu Evakuasi
Jumat pagi (17/4/2026), operasi dilanjutkan dengan peralatan yang lebih siap. Jalur menuju titik jatuh dibuka secara bertahap.
Saat tim akhirnya mencapai lokasi, kondisi helikopter ditemukan dalam keadaan hancur total di tengah hutan. Struktur badan pesawat rusak parah, menandakan benturan keras saat jatuh.
Tidak ditemukan tanda-tanda korban selamat. Seluruh delapan orang di dalamnya, terdiri dari dua kru dan enam penumpang, dinyatakan meninggal dunia.
Evakuasi jenazah dilakukan secara bertahap dari lokasi yang sulit dijangkau. Setiap proses membutuhkan tenaga ekstra karena akses darat yang terbatas.
Sekitar pukul 06.00 WIB, seluruh korban berhasil dibawa ke posko. Dari sana, ambulans mengangkut jenazah menuju RS 642 Kapuas Sanggau untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Lebih dari Sekadar Evakuasi Cepat
Peristiwa ini memperlihatkan satu hal yang sering luput dari perhatian: evakuasi di wilayah terpencil bukan soal kecepatan semata.
Tim SAR harus menimbang keselamatan personel di tengah kondisi ekstrem. Dalam situasi seperti ini, keputusan menunda justru menjadi langkah krusial.
Di sisi lain, tragedi PK-CFX juga menggambarkan tantangan nyata operasi penerbangan di wilayah hutan Kalimantan. Medan, cuaca, dan keterbatasan akses menjadi kombinasi yang sulit dihindari.
