Beritanda.com – PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga tiga jenis BBM nonsubsidi pada 18 April 2026, dengan lonjakan hingga hampir 70 persen, sementara sejumlah jenis lain tetap tidak berubah.
Tiga BBM Naik Tajam, Kenaikan Capai 68 Persen
Penyesuaian harga kali ini menyasar BBM nonsubsidi kategori premium, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Di wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax Turbo melonjak dari Rp 13.100 menjadi Rp 19.400 per liter. Sementara Dexlite naik dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.600, dan Pertamina Dex dari Rp 14.500 menjadi Rp 23.900 per liter.
Jika dihitung, kenaikan tertinggi terjadi pada Dexlite dan Pertamina Dex yang mencapai sekitar 66 hingga 68 persen. Kenaikan ini juga bervariasi di daerah lain, dengan wilayah seperti Kalimantan dan Sumatera mencatat harga lebih tinggi akibat faktor distribusi.
“Penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada Kepmen ESDM, dan keputusan penyesuaian harga hanya berlaku pada Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex” VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron.
Dipicu Lonjakan Harga Energi Global
Pertamina menyebut kenaikan ini tidak terlepas dari dinamika global. Lonjakan harga energi dunia, terutama akibat konflik di Timur Tengah, mendorong penyesuaian harga di dalam negeri.
“Adapun kenaikan harga ketiga jenis BBM tersebut terjadi di tengah lonjakan harga energi global imbas perang di Timur Tengah” ujar Muhammad Baron.
Meski begitu, kebijakan ini tetap dibatasi hanya pada produk tertentu agar dampaknya tidak meluas ke seluruh lapisan masyarakat.
BBM yang Tidak Naik, Ini Daftarnya
Di tengah lonjakan signifikan pada BBM premium, beberapa jenis BBM lainnya justru tidak mengalami perubahan harga.
Untuk kategori bensin, Pertamax (RON 92) tetap berada di kisaran Rp 12.300 per liter di Jakarta. Pertamax Green 95 juga tidak berubah di sekitar Rp 12.900 per liter.
Sementara untuk BBM bersubsidi, Pertalite tetap di harga Rp 10.000 dan Biosolar di Rp 6.800 per liter.
“Sedangkan harga Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tetap, agar kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat tetap terjaga” VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron.
Dampak Berbeda bagi Pengguna
Kenaikan harga ini tidak dirasakan merata. Pengguna kendaraan berbahan bakar diesel, terutama yang menggunakan Dexlite dan Pertamina Dex, menjadi kelompok yang paling terdampak.
Sebaliknya, pengguna kendaraan dengan BBM Pertalite atau Pertamax relatif tidak mengalami perubahan langsung dalam pengeluaran bahan bakar.
Di sisi lain, sektor logistik dan transportasi berpotensi ikut terdampak karena sebagian besar kendaraan operasional menggunakan BBM diesel.
Perbedaan dampak ini menunjukkan bahwa kebijakan harga BBM kali ini lebih bersifat selektif, dengan fokus pada produk nonsubsidi beroktan dan kualitas lebih tinggi.
