Home » News » Gunung Dukono Erupsi 10 Kilometer, Pendaki Tewas dan Puluhan Terjebak
Gunung Dukono Erupsi 10 Kilometer

Beritanda.com – Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, mengalami erupsi besar pada Jumat (8/5/2026) pagi dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 10 kilometer. Letusan tersebut menyebabkan korban jiwa di kalangan pendaki dan memicu operasi evakuasi gabungan di kawasan gunung.

Data sementara yang dihimpun dari kepolisian, Basarnas, dan BPBD menyebut sedikitnya dua warga negara asing asal Singapura meninggal dunia. Selain itu, lima pendaki mengalami luka-luka dan sekitar 20 orang dilaporkan masih berada di area gunung saat erupsi terjadi.

Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlicson mengatakan proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung hingga Jumat siang.

Masih dilakukan evakuasi oleh tim gabungan terhadap diduga 20 pendaki,” kata Erlicson.

Sementara itu, Basarnas Ternate masih melakukan verifikasi identitas korban meninggal dunia yang dilaporkan berada di kawasan pendakian Gunung Dukono.

Erupsi Gunung Dukono Terekam Hampir 16 Menit

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan erupsi terjadi pada pukul 07.41 WIT. Kolom abu vulkanik terpantau membumbung sekitar 10.000 meter di atas puncak gunung.

Terjadi erupsi G. Dukono pada hari Jumat, 08 Mei 2026, pukul 07:41 WIT,” tulis PVMBG dalam laporan resminya.

Kolom abu terpantau berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal mengarah ke utara. Erupsi juga disertai dentuman lemah hingga kuat.

Yang menjadi perhatian, aktivitas erupsi tercatat berlangsung cukup lama. Seismogram PVMBG merekam amplitudo maksimum 34 milimeter dengan durasi sekitar 967 detik atau hampir 16 menit.

Dalam konteks tersebut, aktivitas vulkanik Gunung Dukono dinilai masih tinggi dan berpotensi kembali mengalami letusan susulan.

Tim SAR Bergerak dari Desa Mamuya ke Lokasi Pendaki

Tim SAR Gabungan bersiap melakukan pencarian puluhan pendaki yang tersesat di kawasan Gunung Dukono, Halmahera Utara.
Tim SAR Gabungan bersiap melakukan pencarian puluhan pendaki yang tersesat di kawasan Gunung Dukono, Halmahera Utara.

Operasi pencarian dilakukan setelah Basarnas Command Center menerima sinyal darurat SOS dari perangkat Garmin milik pendaki di koordinat sekitar kawasan Gunung Dukono.

Laporan tersebut kemudian dikonfirmasi Kepala Desa Mamuya yang menyebut sejumlah pendaki mengalami luka akibat terdampak erupsi.

Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdani mengatakan Tim Rescue Pos SAR Tobelo langsung diberangkatkan menuju Posko Pengamatan Gunung Dukono pada pukul 09.56 WIT.

Tim menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan evakuasi para pendaki dengan mempertimbangkan kondisi cuaca di lokasi,” ujar Iwan.

Tak hanya itu, BPBD Halmahera Utara juga membentuk pos tanggap darurat lintas sektor untuk mempercepat penanganan korban.

Status Waspada dan Ancaman Abu Vulkanik

PVMBG menetapkan Gunung Dukono berada pada status Level II atau Waspada. Masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius empat kilometer.

Sebaran abu vulkanik yang bergerak ke arah utara dinilai berpotensi berdampak pada wilayah permukiman hingga Kota Tobelo.

Di sisi lain, masyarakat di sekitar gunung diimbau menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat abu vulkanik.

Secara faktual, Gunung Dukono termasuk salah satu gunung api aktif di Indonesia yang terus mengalami aktivitas erupsi dalam beberapa bulan terakhir sejak peningkatan vulkanik pada akhir Maret 2026.

Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritanda.com di Google News