Home » Tekno » Inet » Dari AI hingga Energi, Prabowo–Korea Arahkan Transformasi Teknologi RI
Presiden Prabowo bertemu Presiden Korea SelatanPresiden Prabowo bertemu Presiden Lee Jae Myung dalam rangka kerjasama bilateral

Beritanda.com – Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan tak sekadar diplomasi biasa—16 MoU yang diteken justru mengisyaratkan arah baru transformasi teknologi dan ekonomi Indonesia.

AI hingga Mineral Kritis: Fondasi Ekonomi Masa Depan

Di balik seremoni kenegaraan di Blue House, ada pesan strategis yang lebih besar: Indonesia mulai diposisikan sebagai bagian penting dalam rantai nilai global berbasis teknologi.

Salah satu sorotan utama adalah kerja sama di bidang kecerdasan buatan (AI) melalui inisiatif global bertajuk Global AI Universal Basic Society Solidarity Initiative. Ini bukan sekadar proyek teknologi, melainkan kerangka besar untuk memastikan akses teknologi menjadi bagian dari hak dasar masyarakat.

Bagi Indonesia, keterlibatan dalam inisiatif ini membuka peluang untuk mempercepat adopsi AI di berbagai sektor—mulai dari layanan publik, pendidikan, hingga industri.

Presiden Prabowo menegaskan posisi saling melengkapi kedua negara:

“Korea memiliki kemampuan industri dan teknologi yang unggul, sementara Indonesia memiliki sumber daya dan pasar besar” — ujar Presiden RI, Prabowo Subianto.

Di sisi lain, kerja sama mineral kritis menjadi fondasi penting. Indonesia, sebagai salah satu produsen utama nikel dunia, berperan strategis dalam mendukung industri baterai dan kendaraan listrik Korea Selatan.

Dari Komoditas ke Teknologi Tinggi

Yang menarik, kerja sama ini menandai pergeseran arah pembangunan Indonesia. Jika sebelumnya bertumpu pada ekspor bahan mentah, kini fokus mulai bergeser ke hilirisasi dan integrasi teknologi.

Beberapa sektor kunci yang disasar:

  1. Pengembangan industri berbasis AI dan digital
  2. Energi bersih dan carbon capture
  3. Ekosistem kendaraan listrik dan baterai
  4. Perlindungan kekayaan intelektual

Langkah ini penting untuk menghindari “jebakan komoditas”, di mana negara kaya sumber daya justru tertinggal dalam nilai tambah teknologi.

Energi dan Geopolitik: Indonesia sebagai Penopang Stabilitas

Di tengah ketidakpastian global, khususnya dampak konflik Timur Tengah terhadap pasokan energi, Indonesia justru tampil sebagai mitra kunci bagi Korea Selatan.

Presiden Lee Jae Myung menyoroti hal ini secara langsung:

“Ada kekhawatiran besar terhadap dampak konflik Timur Tengah pada rantai pasok energi, dan kami merasa lebih tenang dengan peran stabil Indonesia sebagai pemasok energi utama” — ujar Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung.

Data menunjukkan Indonesia memasok ratusan ribu ton LNG ke Korea Selatan, cukup untuk menopang kebutuhan energi dalam jangka waktu tertentu.

Namun, yang lebih penting bukan hanya volume pasokan, melainkan posisi strategis Indonesia dalam menjaga stabilitas energi kawasan Asia Timur.

Integrasi Finansial dan Digital: QR Lintas Negara

Selain sektor energi dan industri, inovasi juga terjadi di bidang keuangan. Bank Indonesia dan Bank of Korea menyepakati kerangka transaksi mata uang lokal yang memungkinkan pembayaran lintas negara menggunakan QR code tanpa konversi mata uang.

Bagi masyarakat, ini mungkin terasa seperti kemudahan transaksi. Namun secara makro, langkah ini mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan memperkuat integrasi ekonomi regional.

Jika diperluas ke negara ASEAN lainnya, Indonesia berpotensi menjadi pusat ekosistem pembayaran digital lintas negara.

Menuju Ekonomi Berbasis Teknologi

Keseluruhan hasil kunjungan ini menunjukkan satu arah yang jelas: Indonesia tidak lagi hanya menjadi pasar atau pemasok bahan mentah, tetapi mulai masuk ke rantai produksi teknologi global.

Kerja sama dengan Korea Selatan—yang dikenal sebagai salah satu negara dengan transformasi teknologi tercepat di dunia—menjadi katalis penting dalam proses tersebut.

Tantangannya kini bukan pada penandatanganan MoU, tetapi pada implementasi. Tanpa eksekusi yang konsisten, peluang besar ini bisa kembali menjadi sekadar dokumen.

Namun jika dimanfaatkan dengan tepat, kerja sama ini bisa menjadi titik awal perubahan besar: dari ekonomi berbasis sumber daya menuju ekonomi berbasis teknologi dan inovasi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritanda.com di Google News