Beritanda.com – Cuaca Ekstrem melanda Surabaya pada Senin (2/3/2026) pukul 14.00–16.00 WIB dengan hujan deras dan angin kencang 48–65 km/jam, menyebabkan 57 pohon tumbang, empat bangunan rusak, dan satu korban jiwa. Peristiwa yang diprakirakan BMKG ini terjadi di 17 kecamatan dan memicu gangguan lalu lintas serta risiko keselamatan warga. Hingga Selasa (3/3/2026) siang, tidak ada laporan signifikan baru, namun potensi hujan lanjutan masih dipantau.
Satu Korban Jiwa dalam Terjangan Cuaca Ekstrem
Cuaca Ekstrem di Surabaya mulai terasa sejak pukul 14.00 WIB. Hujan lebat disertai angin kencang mengguncang sejumlah kawasan, termasuk area pusat perbelanjaan dan permukiman padat.
Insiden paling fatal terjadi di Apartemen Ascott, Pakuwon Mall. Dua pekerja gondola terombang-ambing akibat terpaan angin saat bekerja di ketinggian.

Kepala Bidang Pemadaman DPKP Surabaya M. Rokhim menyatakan, “Satu orang meninggal dunia dari insiden gondola.” Korban meninggal dunia diketahui bernama Eddy Suparno (51), sementara satu pekerja lain, Ribut Boediyanto (56), mengalami luka dan dirawat di RS William Booth.
Peristiwa ini menambah daftar dampak serius Cuaca Ekstrem di Surabaya, terutama terkait keselamatan kerja di ruang terbuka saat kondisi angin kencang.
57 Pohon Tumbang dan 4 Bangunan Rusak
Selain korban jiwa, Cuaca Ekstrem Surabaya menyebabkan puluhan pohon tumbang di berbagai titik kota. Data BPBD dan DLH mencatat 55–57 pohon tumbang yang tersebar di 17 kecamatan, termasuk Surabaya Barat dan Surabaya Tengah.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Surabaya Linda Novanti menyampaikan,”57 pohon tumbang di 17 kecamatan; 4 bangunan rusak sedang ditangani dengan kelurahan.” Empat bangunan dilaporkan rusak di wilayah Gunung Anyar, Bubutan, Genteng, dan Sukomanunggal.
Penanganan dilakukan sejak sore hingga malam oleh BPBD, DPKP, dan DLH. Dedik Irianto selaku Kepala DLH Surabaya mengatakan, “57 titik penanganan pohon tumbang sejak siang hingga sore.”
Gangguan lalu lintas sempat terjadi di sejumlah ruas jalan utama akibat pohon tumbang yang menutup badan jalan. Warga juga diimbau waspada terhadap potensi kabel listrik putus dan genangan lokal.
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lanjutan
BMKG Juanda sebelumnya telah memprakirakan potensi Cuaca Ekstrem di Surabaya dan wilayah Jawa Timur. Angin barat diprediksi bertiup hingga 48 km/jam dengan potensi hujan petir sedang hingga malam hari.
Dalam keterangan prakiraan cuaca disebutkan, “Potensi hujan petir sedang hingga malam; angin barat 48 km/jam.” Intensitas angin yang tinggi ini dinilai konsisten dengan pola musiman, namun dampaknya kali ini tergolong luas.
Secara sosial, peristiwa Cuaca Ekstrem Surabaya ini memicu kekhawatiran terhadap keselamatan warga saat beraktivitas di luar ruangan. Dari sisi ekonomi, biaya penanganan pohon tumbang dan perbaikan bangunan diperkirakan meningkat.
Meski respons cepat dilakukan pemerintah kota, kebutuhan sistem peringatan dini yang lebih efektif kembali menjadi perhatian. Hingga 3 Maret 2026 pukul 12.34 WIB, belum ada laporan tambahan signifikan, namun warga diminta tetap waspada terhadap potensi Cuaca Ekstrem susulan di Surabaya.
