Banjir SoreangBanjir terjadi di Kec. Soreang Kab. Bandung - (Dok. Kumparan)

Kab. Bandung, Beritanda.com – Hujan deras yang mengguyur sejak Kamis siang membuat sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung terendam banjir. Dari Dayeuhkolot hingga Bojongsoang, arus lalu lintas lumpuh sementara ratusan keluarga berjuang menghadapi genangan air yang belum surut hingga Jumat pagi.

Banjir di Kabupaten Bandung pada Kamis (4/12/2025) kembali menunjukkan betapa rentannya kawasan ini saat hujan turun tanpa jeda.

Sejak siang hingga petang, curah hujan yang tinggi langsung membuat air meluap di banyak titik, mulai dari Pangalengan, Soreang, Cangkuang, Banjaran, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Pasirjambu, Margaasih, hingga Cimaung.

Dalam hitungan jam, jalan-jalan berubah seperti aliran sungai kecil, sementara permukiman warga mulai terendam.

Lalu Lintas Lumpuh dan Warga Terjebak

Sejak Kamis malam, arus kendaraan menuju Kota Bandung praktis tersendat. Jalan Bojongsoang yang biasanya padat mendadak tidak bergerak sama sekali. Di sisi lain, Dayeuhkolot bahkan tak bisa dilewati karena tinggi air sudah mencapai batas yang membahayakan kendaraan.

Banyak pengendara akhirnya memilih menepi, mematikan mesin, dan menunggu situasi membaik, meskipun tidak ada kepastian kapan air surut.

Tidak sedikit pula yang memaksa melintas. Hasilnya, banyak motor mogok di tengah genangan. Ada yang mendorong kendaraan pelan-pelan, ada yang menyerah dan mencari tempat berteduh. Beberapa orang mengaku terpaksa bolos kerja karena terjebak sejak subuh. Kondisi ini membuat suasana makin kacau, terutama bagi warga yang harus berpindah aktivitas pagi-pagi sekali.

Fasilitas Terendam dan Warga Dievakuasi

BPBD Kabupaten Bandung mencatat sejumlah fasilitas umum di Dayeuhkolot ikut terendam, termasuk masjid dan TPA. Sedikitnya 12 keluarga sekitar 28 jiwa sudah dievakuasi dari titik-titik yang paling parah.

Kebutuhan darurat seperti pompa air, perahu evakuasi, makanan siap saji, hingga layanan kesehatan masih menjadi prioritas.

Di sisi lain, Bojongsoang juga tidak luput dari dampak luapan Sungai Citarum. Kawasan Cijagra—terutama RW 09 dan RW 10—mengalami banjir cukup luas.

Lebih dari 600 kepala keluarga terimbas, dan sebagian besar memilih bertahan di rumah karena khawatir barang-barang mereka hanyut. Sampai Jumat pagi, air masih menggenang dan belum ada tanda-tanda surut cepat.

Dampak di Banjaran dan Wilayah Lain

Di Banjaran, air dari Sungai Cisangkuy meluap dan merendam wilayah Kamasan. Setidaknya 80 KK mengalami banjir dengan tinggi air mencapai puluhan sentimeter. Warga berusaha menyelamatkan perabotan, sementara sebagian lainnya berjaga untuk memastikan arus air tidak semakin naik.

Secara keseluruhan, banjir kali ini kembali menjadi pengingat bahwa Kabupaten Bandung membutuhkan penanganan yang lebih kuat—baik dari sisi tata kelola air, drainase, maupun tanggap darurat ketika hujan ekstrem kembali terjadi. ***