Home » Sports » Arsenal Tergelincir, Manchester City Kini Pegang Kendali Gelar
city vs arsenalManchester City vs Arsenal - 19 Apr 2026 - Etihad Stadium - 22:30 WIB

Beritanda.com – Persaingan gelar Premier League 2025/26 berbalik drastis setelah Arsenal kalah 1-2 dari Manchester City pada 19 April 2026, membuat posisi puncak klasemen berpindah tangan meski kedua tim kini sama-sama mengoleksi 70 poin.

Dari Unggul 9 Poin, Arsenal Kini Kehilangan Momentum

Apa yang terjadi pada Arsenal dalam beberapa pekan terakhir terasa seperti pola lama yang terulang. Tim asuhan Mikel Arteta sempat memimpin klasemen sejak Oktober 2025 dengan keunggulan hingga sembilan poin. Namun dalam hitungan minggu, keunggulan itu lenyap.

Kekalahan dari Manchester City di Etihad menjadi titik balik paling krusial. Bukan hanya soal tiga poin, tapi juga dampak psikologis. City kini tidak hanya menyamai poin Arsenal, tetapi juga unggul dalam faktor penentu klasemen.

Secara teknis, kedua tim identik: 21 menang, 7 seri, 5 kalah. Namun City unggul dalam jumlah gol (66 berbanding 63) serta rekor pertemuan langsung, membuat mereka berada di posisi terdepan meski poin sama.

Lebih mengkhawatirkan bagi Arsenal, tren performa mereka justru menurun tajam. Dalam enam pertandingan terakhir di semua kompetisi, mereka menelan empat kekalahan. Ini termasuk kekalahan di final Piala Liga dan tersingkir dari Piala FA.

City Bangkit, Arsenal Tertekan

Sementara Arsenal goyah, Manchester City justru menunjukkan karakter khas tim juara. Mereka tidak terkalahkan dalam 10 pertandingan terakhir di liga dan datang dengan momentum penuh ke fase akhir musim.

Pep Guardiola sendiri menegaskan bahwa perburuan gelar masih terbuka, namun mengakui perubahan situasi yang cepat.

“Momentum bisa berubah dalam sekejap. Kami menghormati Arsenal, tapi tentu saja kami ingin menang,” ujar Guardiola.

Fakta menarik lainnya: Guardiola memiliki rekor sempurna dalam situasi seperti ini. Dalam enam kesempatan sebelumnya ketika City masih berada dalam perburuan gelar di 10 laga terakhir, mereka selalu keluar sebagai juara.

Sebaliknya, Arsenal justru kembali menghadapi tekanan mental yang familiar. Dalam tiga musim terakhir, mereka selalu finis sebagai runner-up. Kini, ancaman mengulang sejarah itu semakin nyata.

“Ini seperti liga baru sekarang. Saya percaya dengan tim ini karena saya melihat kualitas mereka setiap hari,” kata Arteta mencoba menjaga optimisme.

Kenapa Situasi Ini Lebih Menguntungkan City?

Perubahan posisi klasemen hanyalah permukaan. Di balik itu, ada beberapa faktor yang membuat City kini berada di atas angin.

Pertama, faktor psikologis. City datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengalahkan rival langsung. Sebaliknya, Arsenal harus memulihkan mental dalam waktu singkat.

Kedua, fokus kompetisi. City hanya bermain di Premier League dan FA Cup, sementara Arsenal masih harus membagi fokus ke semi-final Liga Champions melawan Atletico Madrid. Jadwal padat ini berpotensi menguras energi dan konsentrasi.

Ketiga, margin kesalahan. Dengan keunggulan tie-breaker, City praktis tidak membutuhkan selisih poin. Jika kedua tim finis dengan angka sama, City tetap juara.

Di sisi lain, Arsenal tidak punya ruang untuk terpeleset lagi. Mereka harus menang hampir di semua laga tersisa, sambil berharap City kehilangan poin.

Situasi ini membuat pertandingan berikutnya melawan Newcastle United menjadi sangat krusial. Bukan sekadar tiga poin, tapi ujian apakah Arsenal masih punya mental juara.

Musim ini belum selesai. Namun arah perburuan gelar kini jelas: Manchester City memegang kendali, sementara Arsenal berjuang melawan tekanan yang semakin besar.

Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritanda.com di Google News