Home » Tekno » Inet » Dari UMKM ke China, Bagaimana QRIS Jadi Standar Pembayaran Global
Ilustrasi Pembayaran QRIS di Luar NegeriIlustrasi Pembayaran QRIS di Luar Negeri

Beritanda.com – Sistem pembayaran QRIS yang awalnya dirancang untuk memudahkan transaksi UMKM di dalam negeri kini resmi menembus pasar China. Soft launching QRIS lintas negara Indonesia–China dilakukan pada 30 April 2026, menandai ekspansi penting teknologi finansial Indonesia ke salah satu ekonomi terbesar dunia.

Dengan hampir 60 juta pengguna—termasuk sekitar 40 juta pelaku UMKM—QRIS berkembang cepat sejak diluncurkan pada 2019. Kini, sistem ini tidak hanya mempermudah transaksi domestik, tetapi juga mulai terhubung dengan jaringan pembayaran internasional.

Dari Standar Nasional ke Jaringan Global

Sejak awal, QRIS dirancang sebagai standar nasional yang menyatukan berbagai platform pembayaran dalam satu kode QR. Sistem ini memungkinkan interoperabilitas antarbank dan dompet digital, sesuatu yang sebelumnya terfragmentasi.

Ekspansi ke luar negeri dimulai dari kawasan Asia Tenggara. Thailand menjadi negara pertama yang terhubung pada 2022, disusul Malaysia dan Singapura pada 2023. Setelah itu, QRIS masuk Jepang pada 2025 dan Korea Selatan pada April 2026.

Masuknya China menjadi tonggak baru. Tidak hanya karena skala ekonominya, tetapi juga karena kompleksitas sistem pembayaran digital di negara tersebut.

Selama masa uji coba sejak Agustus 2025, kerja sama antara Bank Indonesia dan otoritas China menunjukkan hasil awal yang signifikan:

  • 1,64 juta transaksi dari pengguna China di Indonesia senilai Rp556 miliar
  • Sekitar 8.000 transaksi dari pengguna Indonesia di China senilai Rp6,4 miliar

Data ini memperlihatkan adopsi awal yang kuat, meski masih timpang antara pengguna inbound dan outbound.

Platform Besar Masih Dalam Pengembangan

Saat ini, integrasi QRIS di China baru mencakup China UnionPay dan Alipay. Sementara WeChat Pay—platform dengan lebih dari satu miliar pengguna—masih dalam tahap pengembangan.

Keterbatasan ini menjadi catatan penting. Jika integrasi diperluas ke platform besar lainnya, potensi volume transaksi bisa meningkat drastis.

Lebih dari Sekadar Pembayaran

Ekspansi QRIS tidak berdiri sendiri. Dalam momen yang sama, Bank Indonesia juga meresmikan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) sebagai bagian dari penguatan ekosistem digital nasional.

Langkah ini menunjukkan bahwa QRIS bukan hanya alat transaksi, tetapi bagian dari strategi jangka panjang membangun infrastruktur ekonomi digital.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai langkah ini sebagai sinyal bahwa standar pembayaran Indonesia mulai diakui secara global.

“Ini menunjukkan bahwa standar pembayaran nasional Indonesia tidak hanya kuat di dalam negeri, tetapi mulai menjadi bagian dari jaringan pembayaran global,” ujarnya.

Langkah Berikutnya: India hingga Timur Tengah

Bank Indonesia menargetkan ekspansi QRIS ke negara lain seperti India dan Arab Saudi. Dengan semakin luasnya jangkauan, QRIS berpotensi menjadi salah satu sistem pembayaran lintas negara berbasis QR yang paling luas di kawasan Asia.

Di saat yang sama, sistem ini juga terhubung dengan kerangka Local Currency Transaction (LCT), yang memungkinkan transaksi langsung menggunakan mata uang lokal tanpa melalui dolar AS.

Peluang Besar, Tantangan Nyata

Di balik pertumbuhan pesat, ada tantangan yang tidak kecil. Perbedaan regulasi, standar teknis, hingga perlindungan konsumen menjadi isu utama dalam integrasi lintas negara.

Selain itu, data uji coba menunjukkan ketimpangan penggunaan. Transaksi dari pengguna China jauh lebih dominan dibandingkan pengguna Indonesia.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan baru, apakah ekspansi ini akan memperkuat posisi Indonesia, atau justru membuka ketergantungan pada ekosistem pembayaran negara lain?

Di sisi lain, kerja sama ini juga menjadi bagian dari tren global yang lebih besar pergeseran menuju sistem pembayaran multipolar yang tidak lagi bergantung pada satu mata uang atau satu jaringan saja.

Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritanda.com di Google News