Beritanda.com – Profil Joao Angelo De Sousa menjadi sorotan setelah Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara itu memutuskan impor 105.000 mobil pikap dari India untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Senin (23/2/2026).
Kebijakan tersebut menuai protes pelaku industri otomotif dan mendapat respons dari DPR yang meminta penundaan. Lalu siapa sebenarnya sosok di balik keputusan kontroversial itu?
Karier dan Awal Kepemimpinan di Agrinas
Profil Joao Angelo De Sousa menunjukkan rekam jejak panjang di berbagai sektor strategis. Ia resmi menjabat sebagai Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara pada 10 Februari 2025 melalui Surat Keputusan Kementerian BUMN Nomor 32/MBU/02/2025.
Sehari setelah pengangkatan itu, tepatnya 11 Februari 2025, Joao menerima anugerah Dharma Pertahanan Madya dari Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin. Penghargaan tersebut diberikan kepada pihak yang berjasa menjaga kedaulatan negara dan keutuhan NKRI melalui bidang pertahanan.
Dalam laman resmi perusahaan yang sebelumnya bernama Yodya Karya, profil Joao Angelo De Sousa digambarkan sebagai profesional dengan pengalaman luas di sektor konstruksi, pertanian, peternakan, hingga industri kreatif. Latar belakang tersebut menjadi modal penting dalam memimpin transformasi Agrinas menjadi BUMN pangan.
Selain memimpin Agrinas, Joao juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina DPW Tani Merdeka Indonesia Nusa Tenggara Timur. Organisasi itu dikenal mendukung berbagai program ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
Polemik Impor 105 Ribu Pikap
Sorotan terhadap profil Joao Angelo De Sousa menguat ketika Agrinas berencana mengimpor sekitar 105.000 unit mobil pikap dari India. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mendukung operasional program KDKMP di berbagai daerah.
Langkah tersebut dilakukan saat sektor otomotif dalam negeri tengah mengalami perlambatan. Kalangan pengusaha otomotif pun menyampaikan keberatan atas rencana impor dalam jumlah besar itu.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco kemudian meminta agar rencana tersebut ditunda.
“Jadi rencana untuk impor 105 ribu mobil pikap dari India saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu mengingat presiden masih di luar negeri” kata Dasco, Senin (23/2/2026).
Menanggapi permintaan itu, profil Joao Angelo De Sousa kembali menjadi perhatian publik setelah ia menyatakan akan mengikuti arahan tersebut.
”Kami ikutin, manut saja. Apapun pun keputusannya. Kami yang penting berkerja saja untuk negeri dan masyarakat,” katanya.
Pengunduran Diri dan Kritik Internal
Sebelum polemik impor mencuat, profil Joao Angelo De Sousa sempat menghebohkan publik pada 11 Agustus 2025. Saat itu ia mengumumkan pengunduran diri dari jabatan Direktur Utama Agrinas.
“Saya selaku Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara menyampaikan bahwa pada hari ini, 11 Agustus 2025, kami telah mengajukan pengunduran diri yang diserahkan kepada Danantara pada siang hari ini,” tegasnya.
Dalam pernyataan tersebut, ia juga mengungkapkan kompleksitas birokrasi yang dihadapi.
“Sehingga sampai hari ini kami belum mendapatkan dukungan maksimal untuk merealisasikan langkah-langkah yang telah disiapkan. Termasuk dukungan anggaran, hingga kini Agrinas Pangan Nusantara masih nol,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Termasuk teman-teman di Danantara yang masih terbelenggu oleh administrasi yang panjang, rumit, bertumpang tindih, dan tidak pernah selesai. Akibatnya, sudah enam bulan kami belum bisa melakukan apa pun,” kata dia menegaskan.
Rangkaian peristiwa itu membentuk gambaran utuh mengenai profil Joao Angelo De Sousa sebagai pimpinan BUMN pangan yang berada di tengah dinamika kebijakan strategis dan tekanan publik.
