Beritanda.com – Seluruh korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, akhirnya berhasil ditemukan. Kepastian ini diumumkan Tim SAR gabungan pada hari ketujuh operasi pencarian, Jumat (23/1/2026). Bagi pembaca, momen ini menandai berakhirnya fase pencarian yang berlangsung di medan ekstrem dengan risiko tinggi. Secara faktual, total korban berjumlah 10 orang dan seluruhnya telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.
Penemuan Korban Terakhir Menutup Operasi SAR
Dua paket jenazah terakhir ditemukan pada Jumat pagi. Paket kesembilan dilaporkan pukul 08.33 WITA oleh tim tombak Yonif 433 Kostrad. Tak lama berselang, paket kesepuluh ditemukan pukul 09.16 WITA oleh Tim Elang 5 dari Yonif 700 Raider Kodam XIV/Hasanuddin bersama tim SAR gabungan.
Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Dody Priyo Hadi menegaskan seluruh sasaran operasi telah tercapai. “Hari ini kita gunakan sandi ‘sapu bersih’,” ujarnya di Posko AJU. Artinya, baik korban maupun benda penting yang menjadi target pencarian telah ditemukan seluruhnya.
Medan Jurang Jadi Tantangan Utama
Dalam realitas di lapangan, seluruh Korban Pesawat ATR 42-500 ditemukan di area jurang dengan kedalaman antara 100 meter hingga 500 meter. Medan curam membuat evakuasi hanya bisa dilakukan oleh personel berkemampuan high angle rescue dengan dukungan udara.
Identifikasi Korban Masih Berlangsung
Dari 10 korban, dua jenazah telah teridentifikasi. Korban pertama adalah Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Korban kedua adalah Florencia Lolita Wibisono, pramugari Indonesia Air Transport.
Jenazah Florencia ditemukan pada 19 Januari 2026 di lereng Gunung Bulusaraung. Sementara Deden Maulana ditemukan sehari lebih awal, 18 Januari 2026. Kedua jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga.
Suasana Pemulangan Jenazah Pramugari
Jenazah Florencia tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado pada Jumat siang, 23 Januari 2026. Suasana haru menyelimuti keluarga sebelum jenazah dibawa ke Ranomerut, Kabupaten Minahasa, untuk prosesi ibadah dan pemakaman.

Kronologi Singkat dan Dugaan Penyebab
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dengan registrasi PK-THT lepas landas dari Yogyakarta menuju Makassar pada 17 Januari 2026. Saat mendekati wilayah Sulawesi Selatan, pesawat dilaporkan keluar dari jalur pendekatan dan kemudian hilang kontak.
Serpihan pesawat ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung. Berdasarkan pembacaan sementara, kecelakaan ini diklasifikasikan sebagai Controlled Flight Into Terrain (CFIT), yakni pesawat masih dalam kendali pilot saat menghantam medan.
Black Box Diserahkan ke KNKT
Black box pesawat telah diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) di Makassar pada Kamis (22/1/2026). Penyerahan ini menjadi bagian penting dalam proses investigasi kecelakaan.
