Home » Tekno » AYANEO Tunda NEXT 2 Akibat Lonjakan Harga SSD Pasca Imlek
Ayaneo Next 2 rilisAyaneo Next 2 gagal rilis imbas naik nya harga SSD

Beritanda.com – AYANEO menunda pre-order NEXT 2 setelah harga SSD naik tajam pasca Imlek, membuat biaya produksi melampaui harga jual yang telah ditetapkan. Kondisi ini memaksa perusahaan menahan peluncuran perangkat handheld tersebut hingga waktu yang belum ditentukan.

Padahal sebelumnya, ada sinyal bahwa harga komponen seperti RAM dan SSD mulai stabil. Namun, dalam praktiknya, situasi berubah drastis setelah periode libur Tahun Baru Imlek berakhir.

Lonjakan Harga SSD Picu Penundaan

Berdasarkan penjelasan resmi, AYANEO menemukan perubahan signifikan saat kembali bernegosiasi dengan pemasok. Harga bahan baku, terutama SSD, melonjak beberapa kali lipat dibandingkan sebelum liburan.

Hal ini langsung berdampak pada struktur biaya produksi. Dalam kondisi tersebut, harga jual yang sudah ditetapkan sebelumnya tidak lagi mampu menutup biaya pembuatan perangkat.

Setelah Tahun Baru Imlek, saat kami menghubungi pemasok untuk memastikan harga bahan baku terbaru, kami mendapati bahwa harga bahan baku telah melonjak beberapa kali lipat dibandingkan sebelum liburan. Dalam situasi seperti ini, biaya produksi produk secara keseluruhan menjadi jauh lebih tinggi daripada harga jual kami saat ini. Oleh karena itu, setelah mempertimbangkannya dengan matang, kami memutuskan untuk menunda pemesanan awal NEXT 2,” jelas AYANEO.

Yang menjadi sorotan, lonjakan ini terjadi dalam waktu singkat. Artinya, perhitungan awal perusahaan langsung tidak relevan begitu harga baru diterapkan oleh pemasok.

Harga SSD Sudah Tinggi Sebelum Rilis

Secara faktual, AYANEO mengakui bahwa harga SSD sudah berada di level tinggi bahkan sebelum perangkat NEXT 2 dijadwalkan meluncur. Namun pada saat itu, perusahaan masih menilai harga tersebut berada dalam batas yang bisa ditoleransi.

Yang kerap luput diperhatikan, lonjakan lanjutan justru terjadi setelah periode tersebut. Ini membuat asumsi harga puncak yang sebelumnya digunakan menjadi tidak akurat.

Biaya Produksi Melewati Harga Jual

Dalam kondisi terbaru, biaya produksi disebut telah melampaui harga jual perangkat yang direncanakan berada di angka 1799 dolar AS. Ini berarti setiap unit yang dijual berpotensi merugi jika tetap dipaksakan.

Di sisi lain, tidak ada indikasi penyesuaian harga jual dalam waktu dekat. Hal ini memperkuat keputusan untuk menunda pre-order dibandingkan mengambil risiko kerugian langsung.

Pada titik ini, keputusan penundaan menjadi langkah yang diambil untuk menjaga keseimbangan antara biaya produksi dan harga pasar.

Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritanda.com di Google News