Home » Entertainment » Lifestyle » Pewaris Singha Tuduh Kakaknya Lakukan Pelecehan, Rekaman Audio Jadi Sorotan
Pewaris Singha BirPewaris Singha, adik dan kakak Siranudh & Sunit Scott

Beritanda.com – Dunia media sosial Thailand diguncang tuduhan serius dari Siranudh “Psi” Scott terhadap kakak kandungnya sendiri, Sunit “Pi” Scott, terkait dugaan pelecehan seksual yang disebut terjadi sejak mereka masih anak-anak. Kasus ini menjadi viral karena melibatkan keluarga Bhirombhakdi, pemilik kerajaan bisnis bir Singha yang termasuk salah satu keluarga terkaya di Thailand.

Tuduhan itu pertama kali dibuka Psi melalui video emosional di Facebook pada 9 Mei 2026. Tiga hari kemudian, Pi membantah seluruh tuduhan secara publik. Namun kontroversi semakin besar setelah Psi merilis potongan rekaman audio yang disebut berisi pengakuan kakaknya.

Hingga 14 Mei 2026, belum ada laporan polisi maupun proses pidana yang dikonfirmasi berjalan. Seluruh tuduhan masih berada di ranah klaim publik dan belum diuji di pengadilan.

TanggalPeristiwa
9 Mei 2026Psi unggah video tuduhan pelecehan seksual
12 Mei 2026Pi membantah tuduhan lewat video publik
13 Mei 2026Psi merilis klip audio yang diklaim bukti pengakuan
13 Mei 2026Istri Pi unggah dokumen tanah di Instagram
14 Mei 2026Kasus viral internasional, belum ada proses hukum pidana

Kasus ini cepat menarik perhatian karena bukan hanya menyangkut dugaan pelecehan seksual dalam keluarga elite Thailand, tetapi juga dibayangi sengketa warisan bernilai besar.

Pengakuan Psi dan Bantahan Pi

Dalam video yang diunggah di Facebook, Psi mengatakan dirinya tidak lagi ingin dikenal sebagai “pewaris Singha” karena label itu dianggap menutupi luka panjang yang ia alami sejak kecil.

Ia mengklaim pelecehan terjadi sejak dirinya berusia sekitar 10 atau 11 tahun, sementara Pi disebut berusia sekitar 16 tahun saat itu. Menurut Psi, kejadian tersebut berlangsung berulang kali hingga ia dewasa.

“Saya tidak tahu harus berbuat apa. Saya tahu saya tidak bisa hidup seperti ini,” ujar Psi dalam pernyataannya.

Psi juga mengklaim keluarga besarnya mengetahui persoalan tersebut karena pernah mendengar rekaman percakapan yang disebut berisi pengakuan Pi.

Namun pada 12 Mei 2026, Pi Scott membantah semua tuduhan itu melalui video yang diunggah di akun Facebook istrinya, aktris Lapassalan “Mild” Jiravechsoontornkul.

“Klaim tentang pelecehan seksual itu tidak benar,” kata Pi.

Ia menyebut tuduhan tersebut sangat menyakitkan dan mengatakan dirinya tidak mungkin melakukan tindakan seperti itu kepada siapapun, apalagi adik kandung sendiri.

Rekaman Audio Jadi Titik Paling Kontroversial

Kontroversi terbesar muncul sehari setelah bantahan tersebut.

Pada 13 Mei 2026, Psi mengunggah potongan rekaman audio berdurasi sekitar empat menit. Menurut Psi, rekaman penuh berdurasi sekitar 20 menit dan berisi pengakuan Pi terkait kejadian masa lalu.

Dalam rekaman itu, Pi disebut mengatakan dirinya terlalu muda saat itu untuk memahami bahwa tindakannya salah. Ia juga mengaku pernah mencoba menyelesaikan masalah tersebut sebelumnya.

Di sisi lain, Pi memiliki interpretasi berbeda.

Ia menyatakan rekaman itu hanyalah percakapan terkait “candaan kekanak-kanakan” dan pertengkaran saudara di masa lalu. Pi juga mengaku tidak mengetahui percakapan tersebut direkam secara diam-diam.

Perbedaan besar antara isi rekaman privat dan bantahan total di ruang publik inilah yang kemudian menjadi pusat perhatian publik Thailand.

Sengketa Warisan Ikut Memanaskan Konflik

Kasus ini tidak berdiri sendiri.

Di tengah tuduhan pelecehan seksual, keluarga Scott juga sedang menghadapi sengketa warisan terkait aset milik mendiang Chamnong Bhirombhakdi, mantan chairman Singha Corporation.

Psi mengklaim ibunya menggugat aset yang sebelumnya diberikan sang kakek kepadanya setelah ia mulai berbicara tentang kekerasan yang dialami.

Sebaliknya, pihak Pi menyebut langkah hukum itu dilakukan karena Psi dianggap merusak properti keluarga dan membawa orang luar masuk ke rumah.

Situasi semakin memanas setelah Mild mengunggah dokumen sertifikat tanah di Instagram sebagai bentuk dukungan terhadap suaminya dan keluarga.

Kasus Viral, Tapi Belum Masuk Ranah Pidana

Meski viral di Thailand dan mulai menjadi perhatian internasional, kasus ini belum masuk ke proses pidana resmi.

Belum ada laporan polisi yang diajukan Psi terhadap Pi hingga 14 Mei 2026. Tantangan hukum terbesar dalam kasus ini adalah dugaan peristiwa terjadi lebih dari satu dekade lalu, sehingga berpotensi terkait batas kedaluwarsa hukum Thailand.

Kasus Psi Scott juga memperlihatkan perubahan besar di era digital: konflik keluarga elite kini bisa langsung berubah menjadi konsumsi publik global hanya melalui media sosial.

Di satu sisi, media sosial memberi ruang bagi orang untuk berbicara tentang trauma yang lama dipendam. Namun di sisi lain, publik sering membentuk penghakiman sebelum ada proses hukum yang benar-benar berjalan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritanda.com di Google News