Beritanda.com – UFC dalam empat tahun terakhir mengalami perubahan besar. Jika dulu dominasi identik dengan petarung Amerika, Brasil, atau Eropa Barat, kini gelombang petarung Muslim menjadi kekuatan utama di sejumlah divisi paling kompetitif. Islam Makhachev mencetak sejarah sebagai double champion, Khamzat Chimaev merebut sabuk middleweight, sementara nama seperti Shavkat Rakhmonov dan Umar Nurmagomedov terus naik sebagai calon juara masa depan.
Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat. Di baliknya ada sistem latihan khas Dagestan, budaya gulat yang mengakar, dan regenerasi petarung yang berjalan konsisten sejak era Khabib Nurmagomedov.
Daftar Petarung Muslim UFC dan Pencapaiannya
Berikut sejumlah petarung Muslim paling berpengaruh di UFC per Mei 2026:
| Petarung | Negara | Status/Pencapaian |
|---|---|---|
| Islam Makhachev | Dagestan, Rusia | Mantan UFC Lightweight Champion dan Welterweight Champion, double champion UFC, #1 Pound-for-Pound |
| Khamzat Chimaev | Chechnya/Swedia | UFC Middleweight Champion aktif, belum pernah kalah |
| Magomed Ankalaev | Dagestan, Rusia | Mantan UFC Light Heavyweight Champion |
| Belal Muhammad | Amerika Serikat (keturunan Palestina) | Mantan UFC Welterweight Champion, juara UFC pertama berdarah Palestina |
| Shavkat Rakhmonov | Uzbekistan | Kontender #1 welterweight, unbeaten |
| Umar Nurmagomedov | Dagestan, Rusia | Kontender top bantamweight UFC |
| Khabib Nurmagomedov | Dagestan, Rusia | Mantan juara lightweight UFC, pensiun tak terkalahkan 29-0 |
| Movsar Evloev | Ingushetia, Rusia | Kontender featherweight dengan rekor sempurna |
| Rafael Fiziev | Kazakhstan | Kontender lightweight dan spesialis striking Muay Thai |
Islam Makhachev Jadi Simbol Era Baru UFC
Islam Makhachev menjadi figur paling dominan dalam gelombang ini. Petarung asal Dagestan itu berhasil memecahkan sejumlah rekor di divisi lightweight sebelum naik kelas dan merebut gelar welterweight pada UFC 322.
Kemenangan atas Jack Della Maddalena membuat Makhachev menjadi juara dua divisi sekaligus. Ia juga menyamai rekor 16 kemenangan beruntun milik Anderson Silva.
“I’m gonna be close” ujar Islam Makhachev saat ditanya soal posisinya dalam daftar petarung MMA terbaik sepanjang masa.
Keberhasilan Makhachev memperkuat warisan sistem pelatihan Eagles MMA yang dibangun Abdulmanap Nurmagomedov dan diteruskan Khabib.
Khamzat Chimaev dan Ancaman Dominasi Baru
Selain Makhachev, Khamzat Chimaev menjadi sosok yang paling ditakuti di divisi middleweight. Petarung Chechnya yang tinggal di Swedia itu merebut sabuk UFC Middleweight setelah mengalahkan Dricus Du Plessis di UFC 319.
Chimaev masih belum terkalahkan dalam karier profesionalnya dan dijadwalkan menghadapi Sean Strickland pada UFC 328 sebagai pertahanan gelar pertama.
Dominasi Chimaev memperlihatkan bahwa kekuatan petarung Muslim kini tidak hanya bertumpu pada satu nama atau satu divisi.
Mengapa Petarung Muslim Bisa Mendominasi UFC?
Ada beberapa faktor utama yang membuat petarung Muslim, khususnya dari kawasan Kaukasus dan Asia Tengah, sangat sukses di MMA modern:
- Budaya wrestling sejak kecil — Banyak petarung Dagestan tumbuh dengan latihan gulat dan sambo sejak usia dini.
- Sistem gym terpusat — Eagles MMA dan kamp pelatihan serupa menciptakan regenerasi petarung elite secara konsisten.
- Disiplin fisik dan mental — Banyak pelatih UFC mengakui petarung Dagestan memiliki etos latihan ekstrem.
- Dominasi grappling modern — Chain wrestling dan ground control menjadi senjata utama melawan striker tradisional.
Fenomena ini terlihat jelas pada Oktober hingga November 2025 ketika tiga sabuk divisi pria UFC dipegang bersamaan oleh petarung Muslim: Magomed Ankalaev (light heavyweight), Khamzat Chimaev (middleweight), dan Islam Makhachev (welterweight).
Artinya, hampir 40 persen divisi pria UFC sempat dikuasai petarung Muslim dalam satu periode — angka tertinggi sepanjang sejarah organisasi tersebut.
Tidak Semua Divisi Dikuasai
Meski dominasi ini nyata, ada beberapa konteks yang perlu dicatat. Petarung Muslim belum mendominasi kelas heavyweight UFC. Selain itu, beberapa gelar juga sempat kembali berpindah tangan pada 2026.
Namun secara teknis, pengaruh petarung Muslim saat ini sudah mengubah standar kompetisi UFC modern, terutama di kelas lightweight, welterweight, dan middleweight.
Regenerasi yang dimulai dari Khabib Nurmagomedov kini berlanjut lewat Islam Makhachev, Umar Nurmagomedov, hingga Shavkat Rakhmonov. Dalam beberapa tahun ke depan, dominasi ini berpotensi semakin besar.
