Beritanda.com – Pemerintah Thailand menerapkan kebijakan hemat energi Thailand dengan mewajibkan pegawai negeri bekerja dari rumah guna menekan konsumsi listrik di tengah tekanan pasokan energi.
Perintah tersebut disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, dan mulai berlaku segera. Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah cepat pemerintah dalam mengurangi beban energi nasional.
Juru bicara pemerintah, Lalida Periswiwatana, menyatakan bahwa kebijakan ini berlaku bagi sebagian besar aparatur sipil negara. Namun, pengecualian diberikan bagi pejabat yang harus melayani masyarakat secara langsung.
Penyesuaian Pola Kerja ASN Jadi Instrumen Utama
Langkah work from home dipilih sebagai strategi awal karena dinilai efektif mengurangi konsumsi listrik di gedung perkantoran pemerintah.
Di lapangan, operasional kantor selama ini menjadi salah satu penyumbang penggunaan energi yang signifikan, terutama dari pendingin ruangan, pencahayaan, dan peralatan elektronik.
Dengan mengurangi aktivitas fisik di kantor, pemerintah berupaya memangkas konsumsi energi harian tanpa menghentikan pelayanan publik.
“Perdana menteri memerintahkan bahwa mulai hari ini para pegawai negeri akan bekerja dari rumah,” kata Lalida, seraya menegaskan kebijakan tetap mempertimbangkan fungsi layanan publik.
Pembatasan Aktivitas Fisik dan Konsumsi Listrik
Selain pengaturan kerja, pemerintah juga membatasi berbagai aktivitas yang berpotensi meningkatkan konsumsi energi.
Perjalanan dinas ke luar negeri ditangguhkan sementara. Di sisi lain, pegawai dianjurkan menggunakan tangga dibandingkan lift untuk menghemat listrik.
Pemerintah juga menetapkan standar suhu pendingin ruangan antara 26 hingga 27 derajat Celsius di seluruh kantor.
Tak hanya itu, aparatur diminta mengenakan pakaian berlengan pendek sebagai pengganti jas dan dasi untuk mengurangi kebutuhan pendingin udara.
Efisiensi Operasional Gedung Pemerintah
Penghematan juga dilakukan melalui pengurangan penggunaan listrik di dalam gedung pemerintahan.
Pejabat diminta memastikan lampu serta perangkat elektronik dimatikan saat tidak digunakan. Dalam praktiknya, langkah ini ditujukan untuk menekan konsumsi energi yang bersifat rutin namun sering terabaikan.
Pada saat yang sama, pemerintah mulai mendorong perubahan perilaku kerja yang lebih efisien secara energi.
Upaya Kolektif Kurangi Beban Energi Nasional
Selain kebijakan internal, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam program hemat energi Thailand.
Imbauan yang disampaikan mencakup penggunaan kendaraan bersama atau carpooling guna menekan konsumsi bahan bakar.
Langkah ini menunjukkan bahwa penghematan energi tidak hanya dibebankan pada sektor pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat luas.
Di sisi lain, pemerintah menyiapkan langkah lanjutan apabila kondisi pasokan energi memburuk.
“Jika situasi memburuk, pemerintah dapat mempertimbangkan langkah wajib,” kata pernyataan resmi pemerintah, termasuk pembatasan operasional bisnis dan pengurangan pencahayaan di ruang publik.
