Home » News » Internasional » Super Flu H3N2 Subclade K Merebak, Ini Fakta Pentingnya
Ilustrasi Super Flu akibat VirusIlustrasi Super Flu | Seorang gadis sedang membaca buku di rumahnya selama wabah virus corona - Foto: Unsplash | Engin Akyurt

Beritanda.com – Varian baru virus influenza A/H3N2 yang dikenal sebagai subclade K mulai menyebar cepat di Inggris, Jepang, dan sejumlah negara Eropa pada musim flu tahun ini. Meski kerap disebut “super flu”, para ahli menegaskan belum ada bukti bahwa varian ini lebih mematikan dibanding strain flu musiman sebelumnya.

Subclade K dan Mitos “Super Flu”

Subclade K merupakan cabang baru dari virus flu A/H3N2 yang telah beredar selama puluhan tahun. Varian ini pertama kali terdeteksi pada Juni lalu, lalu menyebar cepat di belahan bumi selatan sebelum muncul di Eropa dan Asia.

Direktur Pusat Influenza Dunia di Institut Francis Crick, Prof Nicola Lewis, menegaskan bahwa kemunculan subclade baru bukan hal luar biasa.

Memang benar klade genetik baru H3 ini baru, tetapi virus flu berevolusi secara konsisten sepanjang waktu. Saat ini belum ada sinyal yang menunjukkan adanya sesuatu yang luar biasa tentang cara virus ini berevolusi,” ujarnya seperti dikutip dari gavi.org.

Efektivitas Vaksin Masih Terjaga

Meskipun subclade K membawa sejumlah mutasi dibandingkan strain yang digunakan dalam vaksin tahun ini, para ilmuwan belum menemukan bukti bahwa varian ini mampu menghindari perlindungan kekebalan dari vaksin atau infeksi sebelumnya.

Data menunjukkan vaksin flu musim ini masih memberikan perlindungan sekitar 32–39 persen pada orang dewasa dan 72–75 persen pada anak-anak. Perlindungan ini dinilai cukup signifikan untuk menekan risiko gejala berat, khususnya pada kelompok usia muda.

Tekanan Rumah Sakit dan Awal Musim Flu

Di Inggris, lonjakan kasus flu yang datang lebih awal membuat sejumlah rumah sakit mengalami tekanan besar. Direktur Medis Nasional NHS, Prof Meghana Pandit, menyebut situasi musim dingin ini sebagai yang terberat dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan permintaan rekor terhadap UGD dan ambulans serta pemogokan dokter residen yang akan segera terjadi, gelombang flu super yang belum pernah terjadi sebelumnya ini membuat NHS menghadapi skenario terburuk,” kata Pandit sperti dikutip dari medsci.ox.ac.uk.

Namun para ahli tetap menekankan bahwa istilah “super flu” tidak sepenuhnya tepat. Meski kasus meningkat, tingkat keparahan dan pola penyebarannya masih berada dalam rentang flu musiman pada umumnya, dengan risiko lebih besar tetap mengintai kelompok lansia dan penderita penyakit kronis.