Home » Ekbis » Strategi Saham Lo Kheng Hong 2026, Borong Dividen Miliaran Rupiah
Lo Kheng HongLo Kheng Hong saat menjadi pembicara di Mega Talkshow Investasi 2020 - dok SBM ITB

Beritanda.com – Investor kawakan Lo Kheng Hong mengawali tahun 2026 dengan memperkuat portofolio sahamnya di berbagai sektor strategis guna mengincar dividen bernilai miliaran rupiah. Sosok yang dijuluki Warren Buffett Indonesia ini tetap konsisten pada prinsip value investing dengan menggenggam kepemilikan besar pada emiten berfundamental kuat seperti SIMP, ABMM, hingga BBRI di pasar modal Indonesia.

Panen Dividen di Sektor Perbankan

Pundi-pundi kekayaan Lo Kheng Hong (LKH) diprediksi akan kembali melesat pada awal tahun ini melalui aksi korporasi sejumlah emiten perbankan. Berdasarkan data kepemilikan saham terbaru, LKH mengantongi sekitar 74,95 juta lembar saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI)

Jumlah ini berpotensi memberikan suntikan dana segar berupa dividen interim sebesar Rp10,26 miliar yang dijadwalkan cair pada Januari 2026.

LKH menilai bahwa penurunan suku bunga deposito menjadi momentum emas bagi sektor perbankan untuk unjuk gigi. Bagi pria yang akrab disapa Pak Lo ini, investasi pada bank besar bukan sekadar mencari selisih harga, melainkan menikmati aliran kas yang stabil.

Penurunan suku bunga membuka peluang besar bagi saham perbankan untuk bertumbuh lebih agresif,” ungkapnya saat memberikan pandangan mengenai dinamika pasar tahun ini.

Diversifikasi Strategis di Sektor Komoditas dan Properti

Selain perbankan, kepemilikan saham LKH di sektor riil tetap menunjukkan dominasi yang signifikan. Di sektor perkebunan sawit, ia tercatat sebagai investor individu terbesar di PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) dengan kepemilikan 779,20 juta saham atau setara 5,03%.

Komitmen ini mencerminkan keyakinannya bahwa industri sawit tetap menjadi pilar utama ekonomi nasional yang mampu bertahan dalam jangka panjang.

Tidak berhenti di sana, sektor energi fosil juga tetap menjadi andalan dalam portofolio miliknya. LKH menggenggam 151,01 juta saham di PT ABM Investama Tbk. (ABMM), yang mencerminkan kepemilikan sebesar 5,59%. Meski regulasi lingkungan global semakin ketat, ia melihat efisiensi dan fundamental ABMM masih sangat menarik untuk dikoleksi.

Sementara di sektor properti, LKH menguasai 6.71% saham PT Intiland Development Tbk. (DILD), sebuah langkah diversifikasi cerdas untuk menangkap peluang pemulihan ekonomi di sektor hunian dan komersial.

Filosofi Kesabaran dan Visi Jangka Panjang Keberhasilan

Lo Kheng Hong membangun kekayaan dari bursa saham tidak terjadi dalam semalam. Kisah transformasinya dari seorang klerek bank dengan gaji pas-pasan hingga menjadi salah satu investor ritel terbesar di Indonesia selalu menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Ia membuktikan bahwa literasi keuangan yang kuat dan kesabaran dalam menggenggam saham “salah harga” bisa memberikan hasil yang luar biasa.

Ia tetap memegang teguh prinsip bahwa investor harus mengenal betul bisnis perusahaan yang mereka beli. Dengan memiliki saham di atas 5% pada emiten seperti PT Global Mediacom Tbk. (BMTR) dan PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL), LKH menunjukkan pendekatan investasi yang holistik dan terencana.

Memasuki tahun 2026, optimisme LKH menjadi sinyal positif bagi para pelaku pasar untuk tetap fokus pada nilai fundamental perusahaan di tengah fluktuasi pasar yang seringkali mengecoh.

Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritanda.com di Google News