Beritanda.com – Skrining BPJS Kesehatan bisa dilakukan siapa saja untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini. Layanan ini tersedia gratis setahun sekali melalui Mobile JKN, website resmi, atau Puskesmas. Prosesnya singkat dan hasilnya langsung menunjukkan tingkat risiko kesehatan Anda.
Skrining BPJS Kesehatan menjadi penting karena berfungsi sebagai pintu awal pencegahan penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi. Dengan hasil kategori risiko rendah, sedang, atau tinggi, peserta bisa segera mengambil langkah sebelum kondisi memburuk dan membutuhkan biaya pengobatan lebih besar.
Cara Skrining BPJS Kesehatan Lewat Aplikasi Mobile JKN
- Unduh aplikasi Mobile JKN lalu login dengan NIK atau nomor BPJS.
- Buka menu Lainnya > Skrining Riwayat Kesehatan.
- Pilih peserta yang akan diskrining.
- Setujui ketentuan, lalu isi data diri dan lebih dari 47 pertanyaan tentang riwayat kesehatan serta gaya hidup.
- Klik Simpan untuk melihat hasil risiko.
Skrining BPJS Kesehatan Melalui Website Resmi
- Buka laman webskrining.bpjs-kesehatan.go.id/skrining.
- Masukkan nomor BPJS dan tanggal lahir, lalu klik Cari Peserta.
- Lengkapi formulir skrining hingga selesai seperti di aplikasi.
Skrining BPJS di Puskesmas atau FKTP
Bagi peserta yang tidak terbiasa dengan layanan digital, skrining BPJS tetap bisa dilakukan dengan mendatangi Puskesmas atau klinik FKTP tempat terdaftar. Petugas akan membantu proses pengisian kuesioner hingga hasil skrining keluar.
Arti Hasil Skrining dan Tindak Lanjut
Peserta dengan hasil risiko rendah cukup menjaga pola hidup sehat. Namun jika hasil menunjukkan risiko sedang atau tinggi, peserta disarankan segera berkonsultasi ke FKTP untuk pemeriksaan lanjutan seperti pengukuran indeks massa tubuh atau tes gula darah
