Beritanda.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi mengganti nama KA Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek mulai 9 Mei 2026. Keputusan ini muncul setelah kereta legendaris tersebut terlibat dua kecelakaan dalam waktu empat hari, yang menewaskan total 21 orang.
Perubahan nama diumumkan melalui akun resmi KAI pada 5 Mei 2026, di tengah proses investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang masih berlangsung. KAI menegaskan perubahan ini tidak memengaruhi jadwal, rute, maupun layanan kepada penumpang.
Dua Kecelakaan dalam Empat Hari
Insiden pertama terjadi pada 27 April 2026 di Bekasi Timur. KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL yang berhenti setelah insiden sebelumnya di jalur yang sama.
Dampaknya sangat fatal:
- 16 orang meninggal dunia
- Sekitar 90 orang mengalami luka-luka
- Seluruh korban tewas berasal dari gerbong khusus wanita KRL
Hanya berselang empat hari, kecelakaan kedua terjadi pada 1 Mei 2026 di Grobogan, Jawa Tengah. KA Argo Bromo Anggrek menabrak mobil rombongan pengantar haji di perlintasan, menyebabkan lima orang meninggal dunia.
Dalam total, dua insiden ini menelan 21 korban jiwa dan memicu perhatian luas terhadap aspek keselamatan perjalanan kereta api.
Status Investigasi Masih Berjalan
Hingga kini, penyebab pasti kedua kecelakaan tersebut belum diumumkan. KNKT masih melakukan investigasi, termasuk simulasi sistem persinyalan untuk mengidentifikasi kemungkinan gangguan teknis maupun kesalahan prosedur.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta publik menunggu hasil resmi dan tidak berspekulasi.
“Proses investigasi dilakukan secara menyeluruh dan objektif. Mari kita hormati proses tersebut,” ujarnya.
Perubahan Nama Tanpa Ubah Layanan
KAI memastikan pergantian nama hanya bersifat administratif dan branding. Seluruh aspek operasional tetap berjalan seperti biasa.
Beberapa poin utama:
- Rute tetap Gambir–Surabaya Pasarturi
- Jadwal perjalanan tidak berubah
- Tiket dengan nama lama tetap berlaku
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo menyebut penyesuaian telah dilakukan di sistem ticketing dan media informasi untuk memastikan transisi berjalan lancar.
KAI juga menyampaikan filosofi di balik nama baru tersebut.
“Bukan sekadar perubahan nama, tapi juga wujud komitmen untuk terus memberikan layanan terbaik,” tulis KAI dalam pernyataan resminya.
