Beritanda.com – Selebgram sekaligus konten kreator Ayu Aulia akhirnya mencabut tudingan kontroversial yang sempat menyeret nama sejumlah pejabat publik. Dalam konferensi pers di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, Kamis (14/5/2026), Ayu mengaku semua pernyataan soal dirinya dihamili pejabat berinisial R hanyalah halusinasi saat kondisinya sedang tertekan dan berada di bawah pengaruh obat pascaoperasi.
Klarifikasi ini sekaligus menjawab spekulasi liar yang berkembang di media sosial dalam beberapa hari terakhir, termasuk munculnya dugaan yang mengaitkan nama mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil hingga Bupati Bintan Roby Kurniawan.
Klarifikasi Resmi Ayu Aulia soal Tuduhan Pejabat R
Dalam konferensi pers yang didampingi kuasa hukumnya, Herdiyan Saksono, Ayu secara terbuka membantah seluruh narasi yang sebelumnya ia unggah lewat Instagram Stories.
“Nah, hamil sama siapa? Ya, berhalusinasi sendiri aja saya. Halusinasi,” ujar Ayu di hadapan awak media.
Kuasa hukumnya menjelaskan kondisi psikologis kliennya sedang menurun akibat gangguan kesehatan serius pada organ reproduksi yang telah dialami sejak beberapa tahun terakhir.
“Itu adalah luapan dari penyakitnya. Jadi agak ngelantur sedikit,” kata Herdiyan Saksono.
Ayu juga meminta maaf kepada pihak-pihak yang namanya sempat terseret dalam narasi tersebut.
“Saya minta maaf kepada Bapak Ridwan Kamil. Saya juga minta maaf kepada Bapak Roby Kurniawan dan keluarga, serta pihak lain yang ikut terdampak,” ucapnya.
Operasi Pengangkatan Rahim Disebut karena Tumor Ganas
Ayu menegaskan operasi pengangkatan rahim yang dijalaninya bukan karena persoalan kehamilan, melainkan komplikasi medis akibat tumor dan adenomiosis yang telah ia alami sejak 2017.
Ia mengaku telah menjalani serangkaian tindakan medis sejak bertahun-tahun lalu, mulai dari pengangkatan kista, miom, hingga tumor yang terus tumbuh kembali.
| Tahun | Kondisi Medis |
|---|---|
| 2017 | Operasi kista dan miom pertama |
| 2020 | Tumor menempel pada saluran rahim |
| 2021 | Tumor kembali muncul dan berkembang |
| 2026 | Histerektomi atau pengangkatan rahim |
“Secara hati saya hancur sebagai seorang wanita. Saya pikir masih bisa hamil lewat bayi tabung, tapi ternyata tumor datang lagi,” tutur Ayu.
Pengakuan ini menjadi penjelasan atas unggahan emosionalnya beberapa waktu lalu ketika ia menulis kehilangan rahim sebagai kehilangan masa depan yang pernah ia bayangkan.
Pernyataan yang Justru Memunculkan Pertanyaan Baru
Meski telah meminta maaf, klarifikasi Ayu justru memunculkan tanda tanya baru di publik.
Saat ditanya alasan dirinya mengarang narasi dihamili pejabat, Ayu menjawab singkat:
“Keren kan kalau sama bupati.”
Jawaban ini menuai sorotan karena dinilai bertolak belakang dengan penjelasan sebelumnya bahwa unggahan tersebut murni muncul akibat halusinasi pascaoperasi.
Di sinilah kontroversi berkembang. Jika narasi itu benar lahir dari kondisi tidak sadar akibat pengaruh obat, publik mempertanyakan bagaimana Ayu bisa memberikan alasan yang terdengar sadar dan terstruktur.
Kontradiksi inilah yang kini menjadi sorotan warganet dan memperbesar keraguan terhadap konsistensi penjelasannya.
Dalam jangka pendek, klarifikasi ini mungkin meredam spekulasi liar yang menyeret pejabat publik. Namun dalam jangka panjang, kasus ini berpotensi memengaruhi kredibilitas Ayu Aulia sebagai figur publik digital.
Kasus ini juga kembali menunjukkan bagaimana media sosial bisa mengubah tuduhan tanpa verifikasi menjadi konsumsi publik luas hanya dalam hitungan jam, sementara klarifikasi sering datang terlambat setelah reputasi pihak lain telanjur terdampak.
