Home » News » Daerah » Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Minta Maaf Usai Teguran Prabowo soal Mobil Dinas Rp8,5 Miliar
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'udGubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud meminta maaf usai dapat teguran Presiden soal mobil dinas

Beritanda.com – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya angkat bicara soal polemik mobil dinas mewah senilai Rp8,5 miliar yang sempat ramai diperbincangkan publik nasional. Pria kelahiran 7 Desember 1981 ini menyampaikan permintaan maaf terbuka usai Presiden Prabowo Subianto menegur kebijakan tersebut dalam sebuah wawancara dengan sejumlah jurnalis.

Teguran Presiden dan Respons Cepat

Presiden Prabowo Subianto menyebut pengadaan mobil dinas mewah tidak sejalan dengan semangat efisiensi anggaran dan prioritas pelayanan publik. Teguran itu langsung ditanggapi Rudy Mas’ud dengan sikap terbuka. “Kami mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan. Kami sangat menerima kritik dan saran itu,” ujar Rudy usai melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Islamic Center Samarinda.

Rudy menegaskan bahwa proses pengadaan mobil jenis Range Rover sebenarnya sudah dibatalkan sejak awal Maret 2026. “Alhamdulillah tanggal 2 Maret sebenarnya kami sudah mengumumkan pembatalan, dan administrasinya selesai pada 11 Maret. Kendaraan dinas sudah dikembalikan, dan laporan resmi telah disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri,” jelasnya.

Anggaran Dialihkan ke Sektor Prioritas

Polemik mobil dinas Rp8,5 miliar itu berujung pada keputusan pengalihan anggaran ke sektor yang lebih mendesak. Rudy memastikan dana yang semula untuk kendaraan mewah kini diarahkan untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM).

  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Perbaikan infrastruktur
  • Kegiatan sosial

Dengan langkah ini, ia berharap polemik yang sempat mencuat bisa menjadi pelajaran penting dalam pengelolaan anggaran daerah ke depannya.

Profil Singkat Gubernur Kaltim

Rudy Mas’ud menjabat sebagai Gubernur Kaltim periode 2025–2030. Sebelumnya, ia dikenal sebagai pengusaha dan politikus Partai Golkar yang menjabat sebagai anggota Komisi III DPR RI periode 2019–2024 mewakili daerah pemilihan Kalimantan Timur. Di partai berlambang beringin itu, Rudy juga pernah menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Timur periode 2020-2025.

Komitmen Transparansi

Rudy mengajak publik ikut mengawal kebijakan daerah ke depan. “Tolong kami untuk bisa dikawal, agar bersama-sama membangun Kalimantan Timur,” ucapnya. Gubernur yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) periode 2025–2029 ini menuturkan aktivitas kedinasan tetap berjalan meski tanpa mobil dinas baru. “Kita menggunakan mobil pribadi yang ada untuk ke lapangan. Aman, tidak ada masalah,” katanya.

Permintaan maaf ini disampaikan Rudy kepada Presiden Prabowo Subianto, jajaran pemerintah pusat, serta masyarakat Kalimantan Timur. Ia menekankan keterbukaannya terhadap kritik sebagai bagian dari komitmen membangun daerah dengan lebih baik.

Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritanda.com di Google News