Beritanda.com – Banyak pelanggan belum memahami perhitungan kWh listrik yang menjadi dasar biaya bulanan menurut tarif yang diatur lewat Permen ESDM No 7 Tahun 2025. Padahal, kesalahan kecil membaca konsumsi bisa membuat pengeluaran melonjak tanpa terasa.
Apa Itu kWh dan Kenapa Menentukan Tagihan Listrik?
kWh adalah satuan konsumsi energi listrik yang diperoleh dari hasil perkalian daya listrik (kW) dengan lama pemakaian dalam jam. Angka inilah yang dikalikan langsung dengan tarif per kWh PLN, baik pelanggan prabayar maupun pascabayar.
Semakin besar total kWh yang digunakan, semakin mahal pula biaya yang harus dibayar, meskipun peralatan yang dipakai terlihat sepele.
Apa Itu Tarif Listrik PLN?
Tarif listrik adalah harga yang dibayar pelanggan per kWh energi listrik yang digunakan, ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) Republik Indonesia seperti dikutip dari laman resmi PLN.
Tarif Listrik Rumah Tangga
| Golongan | Daya Listrik | Tarif (Rp/kWh) |
|---|---|---|
| R-1 (Subsidi) | 450 VA | Rp 415/kWh |
| R-1 (Subsidi) | 900 VA | Rp 605/kWh |
| R-1 (Non-Subsidi) | 900 VA | Rp 1.352/kWh |
| R-1 (Non-Subsidi) | 1.300 VA – 2.200 VA | Rp 1.444,70/kWh |
| R2 | 3.500 VA – 5.500 VA | Rp 1.699,53/kWh |
| R3 | ≥ 6.600 VA | Rp1.699,53/kWh |
Tarif Listrik Bisnis dan Industri
| Golongan | Daya Listrik | Tarif (Rp/kWh) |
|---|---|---|
| B-1 (Bisnis kecil) | 450–5.500 VA | Rp 1.444,70/kWh |
| B-2 (Bisnis menengah) | 1.300 VA | Rp 1.444,70/kWh |
| B-3 (Bisnis besar) | 2.200 VA | Rp 1.035,78/kW |
Sistem Time of Use (TOU) merupakan mekanisme tarif listrik di mana harga per kWh berbeda tergantung waktu penggunaan. Skema ini diterapkan untuk pelanggan industri dan bisnis besar dengan daya di atas 200 kVA, seperti golongan I-3, I-4, B-3, dan P-2. PLN menetapkan bahwa tarif WBP dan LWBP sementara disamakan, yakni Rp 1.035,78/kWh.
Cara Mudah Hitung Biaya Listrik Bulanan
1. Hitung konsumsi harian (Wh)
Rumus: Daya (W) × Lama pakai (jam)
Contoh:
Kipas angin 75 watt dipakai 8 jam
75 × 8 = 600 Wh
2. Konversi ke kWh
1.000 Wh = 1 kWh
Jika total Wh harian 600 Wh, maka = 6 kWh
3. Hitung biaya per hari
6 kWh × Rp1.352 = Rp 8.112
4. Hitung biaya per bulan
Rp 8.112 × 30 hari = Rp 243.360
Simulasi Hitung Listrik PLN Pascabayar
Contoh Perhitungan Tagihan Listrik PLN Pascabayar
1. Hitung konsumsi listrik harian tiap alat
- Kulkas : 1 unit x 350 watt x 24 jam = 8.400 Wh/hari
- Mesin cuci : 1 unit x 350 watt x 1 jam = 350 Wh/hari
- Setrika : 1 unit x 300 watt x 1 jam = 300 Wh/hari
- TV : 1 unit x 100 watt x 2 jam = 200 Wh/hari
2. Total pemakaian listrik per hari
- 8.400 + 350 + 300 + 200 = 9.250 Wh/hari
3. Total pemakaian listrik per bulan
- 9.250 Wh x 30 hari = 277.500 Wh/bulan
4. Ubah ke satuan kWh
- 277.500 Wh ÷ 1.000 = 277,5 kWh/bulan
5. Hitung estimasi tagihan listrik
- Tarif listrik : Rp 1.352 per kWh
- 277,5 kWh x Rp 1.352 = Rp 375.180
Jadi estimasi tagihan listrik bulanan rumah tangga tersebut adalah sekitar Rp 375.180
Simulasi Hitung Token Listrik PLN
Pelanggan membeli token Rp50.000 untuk daya 1.300 VA di Jakarta (PPJ 3 persen).
| Harga Token | Rp 50.000 |
| PPJ 3% | Rp 1.500 |
| Sisa Saldo | Rp 48.500 |
| Tarif per kWh | Rp 1.444,70 |
| Total kWh | 33,57 kWh |
Artinya, token Rp50.000 hanya menghasilkan sekitar 33,58 kWh.
Kenapa Tagihan Listrik Sering Terasa Membengkak
Banyak pelanggan hanya melihat nominal rupiah tanpa menyadari bahwa durasi pemakaian dan jumlah alat elektronik yang aktif menjadi penentu utama besarnya kWh.
“Di luar nominal rupiah pembelian listrik, terdapat juga biaya admin bank untuk setiap transaksi pembelian token. Untuk transaksi di atas Rp5.000.000, ada tambahan biaya materai Rp10.000,” kata Agung dari PLN.
Pemahaman kWh menjadi kunci agar pengeluaran listrik tetap terkendali, terutama di tengah perubahan tarif PLN yang terus disesuaikan.
