Beritanda.com – Presiden Vladimir Putin kembali menegaskan bahwa Moskow tidak akan mengurungkan niatnya untuk menguasai seluruh Donbass. Saat berbincang dengan India Today, ia mengatakan Rusia siap mengakhiri pertikaian ini lewat jalur militer jika Ukraina terus menolak opsi perundingan.
Rusia Masih Mengincar Donbass Meski Ada Usulan Damai dari AS
Ucapan Putin ini keluar sesaat sebelum ia melakukan kunjungan kenegaraan ke India dan hanya dua hari setelah dia berdiskusi dengan utusan Presiden AS, Steve Witkoff, yang membawa usulan damai terbaru dari Washington.
Peta jalan yang terdiri dari 28 poin itu sempat tersebar minggu lalu, isinya antara lain tuntutan agar Kiev menyerahkan daerah Donetsk dan Lugansk yang masih mereka pegang, membatalkan rencana bergabung dengan NATO, serta mengurangi kekuatan militernya. Kiev dengan keras menolak semua syarat itu.
Dalam wawancaranya, Putin malah memberi sinyal bahwa posisi militer Ukraina di Donbass semakin terjepit. “Ujungnya pasti begini: wilayah itu akan dibebaskan lewat operasi militer, atau Ukraina menyerah dan menghentikan perlawanan,” ucapnya.
Putin Mengaku Perang Seharusnya Bisa Dicegah dari Dulu
Putin juga kembali menuding Kiev sebagai penyebab memanasnya baku tembak. Ia menyebut rakyat Donbass sudah memilih berpisah lewat jajak pendapat tahun 2022, dan Rusia sudah memperingatkan Ukraina agar menarik tentaranya.
“Jika dari awal mereka mundur, pertarungan sebesar ini tidak akan terjadi,” katanya.
Selama beberapa bulan belakangan, Moskow mengklaim terus maju secara konsisten di Donbass dan beberapa garis depan lainnya.
Pemerintah Rusia menilai Ukraina kesulitan menutupi kekurangan personel meski sudah melakukan pengerahan pasukan besar-besaran.
Krasnoarmeysk Direbut, Pertahanan Ukraina Mulai Lemah
Di awal minggu ini, angkatan bersenjata Rusia mengumumkan sudah menguasai kota penting Krasnoarmeysk (Pokrovsk) di Donetsk, dengan banyak tentara Ukraina terjebak di sana.
Minggu lalu, Putin juga sempat menyebut bahwa pasukannya berhasil menembus barisan pertahanan di bagian utara Zaporozhye dan terus menekan area selatan yang selama ini dijaga ketat.
Perkembangan ini menandakan bahwa keadaan di medan perang semakin memberatkan Kiev, sementara upaya jalur damai internasional terus berlanjut tapi belum menemukan kesepakatan bersama. ***
