Beritanda.com – PT Mobil Anak Bangsa (MAB), pabrikan otomotif yang didirikan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, bersiap merakit mobil listrik di Indonesia. Model yang diproduksi merupakan hasil rebadge dari Solarky Sun V dan akan mengusung teknologi panel surya sebagai sumber energi tambahan.
Kerja Sama Strategis dan Target Produksi
MAB resmi menandatangani kerja sama strategis dengan Solarky Mobility Technologies dan PT Fortuna Ventura Investindo pada Rabu (10/12/2025) di Jakarta. Dalam kerja sama ini, MAB bertindak sebagai perakit dan penyedia fasilitas manufaktur, Solarky menyuplai teknologi dan komponen, sementara Fortuna Ventura menjadi distributor resmi.
Untuk tahap awal, Firtuna Ventura berkomitmen menyerap 2.000 unit mobil listrik di tahun pertama, dengan potensi peningkatan hingga 10.000 unit per tahun, menyesuaikan permintaan pasar.
“Planningnya adalah kita akan memproses homologasi dulu. MAB akan memproses homologasi… Setelah homologasi baru kita lakukan target mulai start assembly,” jelas CEO MAB Kelik Irwantono di Jakarta, Rabu (10/12).
Kelik memperkirakan proses homologasi rampung pada Mei atau Juni sebelum produksi dimulai.
“Rencana tahun pertama adalah kita mulai dengan minimal 2.000 unit, kemudian meningkat terus 5.000 maupun setelahnya di atas 10.000. Itu untuk market Indonesia.”
Solarky juga memandang Indonesia sebagai basis produksi kendaraan setir kanan.
“Ini bagus untuk industri lokal, di mana mereka mempercayakan Indonesia sebagai hub-nya ke depan,” tambah Kelik.
Mobil Listrik Tenaga Surya dan Harga Terjangkau
Keunggulan utama kendaraan ini terletak pada penggunaan panel surya untuk membantu pengisian baterai. Teknologi ini memungkinkan pengurangan ketergantungan pada stasiun pengisian listrik, dengan jarak tempuh sekitar 200 km.
“Kendaraan ini agak unik karena menggunakan solar. Mungkin baru pertama kali di dunia yang menggunakan solar panel,” ungkap Kelik.
Chairman Solarky Mobility Technologies, Yinkai, menjelaskan kendaraan ini menggunakan struktur rangka aluminium.
Untuk tahap awal, kecepatan maksimum kendaraan dibatasi 80 km/jam, dengan fitur ADAS bersifat opsional. Kapasitas baterai dibuat lebih kecil agar harga tetap terjangkau.
“Solar ini sebenarnya dibuat untuk mengisi baterai… Karena baterai kapasiti dia dibuat kecil, sehingga harganya jadi terjangkau,” kata Kelik.
Soal harga, Solarky menargetkan banderol di bawah Rp150 juta.
“The price maybe is around below the 150 million. Very cheap price.”
President Director PT Fortuna Ventura Investindo, Larry, menegaskan strategi harga massal.
“Kami berusaha membuat harga mobil sangat murah. Bukan untuk kaum berada, melainkan untuk semua orang.”
Moeldoko Tekankan Kualitas dan Ekosistem
Founder MAB, Jenderal (Purn) Dr. Moeldoko, menekankan bahwa kualitas, keamanan, dan ekosistem industri menjadi kunci keberhasilan kendaraan listrik nasional.
“Ke depannya… kualitas harus menjadi protagonis. Kedua, keamanan uang dan mata uang.”
Moeldoko juga menekankan konsistensi dan komitmen jangka panjang.
“Terus disiplin, melaksanakan, konsisten, dan berkomitmen untuk melindungi lingkungan demi masa depan Republik Indonesia dan masyarakat.”
Peluncuran resmi dan harga final mobil listrik MAB akan diumumkan setelah proses homologasi selesai.
