Beritanda.com – Ketegangan antara China dan Taiwan kembali memanas setelah lebih dari 100 kapal tempur serta kapal penjaga pantai milik China terlihat beroperasi di perairan Asia Timur. Manuver ini disebut sebagai unjuk kekuatan laut terbesar yang pernah ditampilkan oleh Beijing.
Pengerahan Kapal China Mencetak Angka Tertinggi
Menurut kabar intelijen yang didapat Reuters dan empat pihak keamanan, China mengerahkan kapal dalam jumlah yang belum pernah terlihat sebelumnya. Di masa puncaknya awal minggu ini, lebih dari 100 kapal China berada di area tersebut.
Walaupun jumlahnya turun menjadi sekitar 90 kapal pada Kamis pagi, kegiatan mereka masih tergolong sangat padat untuk jadwal latihan militer tahunan.
Yang menarik, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) tidak memberikan pemberitahuan resmi mengenai latihan besar ini. Namun, memang sudah waktunya bagi Beijing untuk masuk ke masa pelatihan intensif yang sering melibatkan berbagai formasi angkatan laut.
Kepala Biro Keamanan Nasional Taiwan, Tsai Ming-yen, mengungkapkan bahwa China mengerahkan empat formasi angkatan lautnya di Pasifik bagian barat. Taiwan, menurutnya, terus mengawasi setiap pergerakan yang ada.
“Kita harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk dan terus mengamati dengan saksama setiap perubahan aktivitas yang terjadi,” kata Tsai.
Taiwan Menyatakan Situasi Masih Aman
Juru bicara Kantor Kepresidenan Taiwan, Karen Kuo, menegaskan bahwa pemerintah mereka mengetahui persis kondisi terkini di Selat Taiwan secara langsung. Ia memastikan bahwa situasi saat ini belum sampai membahayakan keamanan nasional.
Meskipun demikian, peningkatan jumlah kapal China ini tetap menjadi perhatian serius bagi negara-negara di kawasan itu, apalagi Taiwan hanya berjarak sekitar 100 kilometer dari Jepang.
Pihak keamanan menyebutkan, kenaikan pengerahan kapal itu dimulai sejak 14 November. Bersamaan dengan itu, China memanggil Duta Besar Jepang untuk memprotes pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi.
Takaichi berpendapat bahwa serangan militer China ke Taiwan mungkin akan memicu reaksi balasan dari Jepang, suatu pernyataan yang membuat marah Beijing.
“Ini sudah melebihi apa yang dibutuhkan untuk pertahanan nasional China dan berisiko bagi semua pihak,” tutur seorang pejabat yang memahami persoalan ini. Ia menduga Beijing sedang menguji reaksi negara-negara sekitar dengan pengerahan yang “belum pernah terjadi sebelumnya” ini.
Simulasi Serangan dan Latihan Menghalangi Bantuan
Beberapa kapal China dilaporkan sedang melakukan simulasi menyerang kapal asing. Kegiatan ini berbarengan dengan latihan pesawat tempur yang menguji skenario anti-akses, yaitu taktik untuk menghalangi negara lain mengirim bantuan jika perang antara China dan Taiwan benar-benar meletus.
Dua sumber keamanan lainnya menambahkan bahwa negara-negara Asia Timur sedang memperhatikan ketat situasi ini. Namun, mereka menilai pengerahan kapal ini belum menunjukkan adanya ancaman langsung.
“Ada pergerakan kapal yang besar,” kata salah satu sumber. “Tapi kelihatannya hanya latihan biasa saja. ” ***
