Beritanda.com – Amerika Israel serang Iran dalam operasi militer gabungan yang disebut bertujuan menghilangkan ancaman dari rezim Teheran, namun langsung memicu ancaman balasan “menghancurkan” dari pihak Iran. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan operasi tempur besar-besaran telah dimulai, sementara pejabat Iran memperingatkan seluruh aset Amerika dan Israel di Timur Tengah kini menjadi target sah. Ketegangan melonjak tajam ketika ledakan terdengar di Teheran dan sirene berbunyi di Israel.
Trump: Operasi Besar untuk Hilangkan Ancaman Iran
Amerika Israel serang Iran disebut sebagai aksi gabungan udara dan laut yang telah dipersiapkan dengan pengerahan armada jet tempur dan kapal perang di kawasan. Seorang pejabat Amerika mengatakan kepada Reuters bahwa serangan dilakukan sebagai bagian dari operasi militer bersama AS-Israel.
Trump menegaskan langkah tersebut sebagai bentuk pembelaan diri.
“Belum lama ini, militer AS memulai operasi tempur besar-besaran di Iran. Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan melenyapkan ancaman dari rezim Iran,” katanya.
Ia juga menyebut serangan gabungan itu dimaksudkan untuk “menghilangkan ancaman nyata dari rezim Iran”. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Washington melihat program dan aktivitas militer Iran sebagai ancaman langsung terhadap keamanan Amerika.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan serangan terhadap Iran bertujuan menghilangkan “ancaman eksistensial”. Ia menyebut aksi bersama dengan Amerika akan menciptakan kondisi bagi rakyat Iran untuk menentukan nasib mereka sendiri.
Menurut pejabat pertahanan Israel yang dikutip Reuters, serangan telah direncanakan selama berbulan-bulan. Tanggal peluncuran bahkan disebut sudah diputuskan beberapa minggu sebelumnya, ketika negosiasi antara AS dan Iran masih berlangsung.

Iran Ancam Balasan Keras dan Targetkan Aset AS-Israel
Respons Teheran datang cepat. Seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters bahwa negaranya tengah mempersiapkan pembalasan yang akan “menghancurkan”.
Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa negara itu bersiap untuk “membalas dendam” kepada Israel dan memberikan “tanggapan yang kuat.” Ketegangan meningkat ketika ledakan balasan dilaporkan terjadi di Israel utara.
Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Al Jazeera bahwa “semua aset dan kepentingan Amerika dan Israel di Timur Tengah telah menjadi target yang sah” serta menegaskan “tidak ada garis merah setelah agresi ini.”
Pernyataan tersebut memperluas spektrum ancaman, tidak hanya terhadap wilayah Israel tetapi juga pangkalan dan kepentingan Amerika di kawasan Teluk. Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Kuwait sebelumnya melaporkan siaga tinggi dan penutupan wilayah udara.
Salah satu lokasi yang dilaporkan menjadi sasaran di Teheran berada dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Reuters melaporkan bahwa Khamenei telah dipindahkan ke lokasi yang aman.
Dengan komunikasi seluler terganggu di beberapa bagian ibu kota Iran dan sirene berbunyi di Israel, situasi bergerak cepat menuju eskalasi yang lebih luas. Amerika Israel serang Iran kini bukan hanya soal operasi militer, melainkan juga pertarungan pernyataan keras yang membuka kemungkinan konflik regional berkepanjangan.
