Home » News » Internasional » Amerika Israel Serang Iran, Konflik Baru Timur Tengah Meledak
Ledakan di IranLedakan di Iran - dok Reuters

Beritanda.com – Amerika Israel serang Iran pada Sabtu ketika militer Amerika Serikat dan Israel meluncurkan operasi gabungan terhadap sejumlah target di wilayah Iran, memicu eskalasi besar di Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan langkah itu bertujuan mengakhiri ancaman keamanan terhadap AS sekaligus membuka peluang perubahan politik di Iran. Serangan ini terjadi di tengah ketegangan nuklir yang belum terselesaikan dan ancaman balasan dari Teheran.

Eskalasi Konflik Baru Setelah Perang 12 Hari

Keputusan Amerika Israel serang Iran langsung menandai babak baru konflik kawasan. Militer Israel mengonfirmasi bahwa Iran merespons dengan meluncurkan rudal ke arah Israel, memperluas risiko perang terbuka antarnegara.

Pentagon menyebut operasi militer AS terhadap Iran dengan nama “OPERASI EPIC FURY.” Dua pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa operasi udara dan laut itu telah dimulai, meski cakupan penuhnya belum dijelaskan secara rinci.

Konfrontasi ini muncul setelah perang udara selama 12 hari pada Juni antara Israel dan Iran. Ketegangan lama kembali memanas ketika Amerika Israel serang Iran dengan dalih menghentikan pengembangan nuklir dan rudal balistik Teheran.

Trump menegaskan bahwa operasi tersebut bersifat “besar-besaran dan berkelanjutan.” Ia juga bersumpah memastikan Iran tidak akan pernah memperoleh senjata nuklir yang dianggap mengancam keamanan Amerika dan sekutunya.

Dalam pesan video yang dipublikasikan di media sosial, Trump mengutip krisis sandera 1979 saat mahasiswa Iran menyandera 52 warga Amerika selama 444 hari. Ia memperingatkan warga Iran agar tetap berlindung karena “bom akan berjatuhan di mana-mana.”

Namun, ia juga menyampaikan pesan politik yang tajam: “Setelah kami selesai, ambil alih pemerintahan Anda. Itu akan menjadi milik Anda. Ini mungkin satu-satunya kesempatan Anda untuk beberapa generasi ke depan.”

Iran di Serang Israel
Orang-orang berlari mencari perlindungan setelah ledakan, setelah Israel mengatakan telah melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran, di Teheran, Iran, 28 Februari 2026 – dok Reuters

Ancaman Balasan dan Diplomasi yang Kian Redup

Seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran tengah mempersiapkan pembalasan yang dahsyat. Pernyataan itu mempertegas bahwa keputusan Amerika Israel serang Iran berpotensi menyeret kawasan ke konflik lebih luas.

Program rudal balistik Iran menjadi titik krusial dalam sengketa dengan Barat. Washington menilai pengembangan rudal jarak jauh Iran dapat mengancam wilayah AS, sementara Teheran menyebut program tersebut sebagai bagian dari pertahanan nasionalnya.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan serangan gabungan AS-Israel akan menciptakan kondisi bagi rakyat Iran untuk menentukan nasib mereka sendiri. Ia menyerukan agar warga Iran melepaskan “belenggu tirani” dari rezim yang berkuasa.

Di sisi lain, sumber menyebut pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah dipindahkan ke lokasi aman di luar Teheran. Informasi ini mengindikasikan tingginya ancaman keamanan pasca Amerika Israel serang Iran.

Serangan tersebut juga terjadi saat Ramadan berlangsung dan menjelang hari raya Yahudi Purim. Momentum waktu ini menambah sensitivitas situasi di kawasan yang telah lama menjadi titik panas geopolitik.

Harapan diplomasi atas sengketa nuklir Iran kini semakin redup. Amerika Israel serang Iran tidak hanya memperbesar risiko militer, tetapi juga menutup ruang negosiasi yang selama ini menjadi jalur utama penyelesaian konflik.

Ketika rudal saling diluncurkan dan operasi militer berlanjut, Timur Tengah kembali berada di tepi ketidakpastian. Dunia kini menanti apakah eskalasi ini akan berhenti pada operasi terbatas atau berkembang menjadi perang regional yang lebih luas.

Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritanda.com di Google News