Beritanda.com – Pemerintah resmi menghadirkan Danantara Indonesia sebagai Badan Pengelola Investasi (BPI) milik negara yang bertugas mengonsolidasikan dan mengoptimalkan aset strategis nasional. Lembaga ini digadang-gadang menjadi “Temasek-nya Indonesia” dalam memperkuat transformasi ekonomi dan menarik investasi global.
Danantara, kependekan dari Daya Anagata Nusantara, berfungsi mengelola portofolio investasi negara secara profesional, mulai dari perbankan pelat merah hingga sektor energi, infrastruktur, dan industri strategis. Presiden RI Prabowo Subianto meluncurkan lembaga ini di Jakarta pada 24 Februari 2025.

Berbasis di Wisma Danantara Indonesia, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 36–38, Jakarta Selatan, Danantara dirancang sebagai pusat konsolidasi kepemilikan pemerintah di BUMN besar seperti Bank Mandiri, BRI, Pertamina, PLN, Telkom, dan MIND ID.
Struktur Pengawasan dan Manajemen
Dari sisi pengawasan terdapat Dewan Pengawas yang di isi oleh 2 nama besar yakni :
- Erick Thohir – Ketua Dewan Pengawas
- Muliaman D. Hadad – Wakil Ketua Dewan Pengawas
Sementara itu, jajaran pimpinan inti atau Direksi Danantara diisi oleh:
- Rosan Roeslani – Chief Executive Officer (CEO)
- Dony Oskaria – Chief Operating Officer (COO)
- Pandu Patria Sjahrir – Chief Investment Officer (CIO)
- Sigit Puji Santosa – Chief Technology Officer (CTO)
Untuk posisi Managing Director terdiri dari nama-nama besar dan sejumlah profesional, antara lain :
- Rohan Hafas – Stakeholder Management
- Mohamad Al-Arief – Global Relations & Governance
- Jonathon Allaway – Digital Solutions
- Ahmad Hidayat – Internal Audit
- Sanjay Bharwani – Human Resources & General Affairs
- Ivy Santoso – Office of The Board
- Lieng-Seng Wee – Risk & Sustainability
- Robertus Billitea – Legal & Compliance
- Arief Budiman – Finance
- Ali Setiawan – Treasury
- Reza Yamora Siregar – Chief Economist
- Dwi Susanto – Technology Advancement
- Ardy Muawin – Industrialization
- Ricardo Irwan Rei – Strategic Technology Initiatives
Di bawah Danantara terdapat dua unit utama, yakni Danantara Asset Management yang dipimpin Dony Oskaria dan Danantara Investment Management yang dikomandoi Pandu Patria Sjahrir.
Deretan BUMN yang Masuk Portofolio Danantara
Pada tahap awal, Danantara menaungi puluhan BUMN berstatus PT (Persero), termasuk:
- PT Industri Kereta Api (Persero)
- PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
- PT Pertamina (Persero)
- PT TASPEN (Persero)
- PT Mineral Industri Indonesia (Persero)
- PT Pupuk Indonesia (Persero)
- PT Perkebunan Nusantara III (Persero)
- PT Perkebunan Nusantara I (Persero)
- PT Perkebunan Nusantara IV (Persero)
- PT Hutama Karya (Persero)
- PT Pelabuhan Indonesia (Persero)
- PT Kereta Api Indonesia (Persero)
- PT ASABRI (Persero)
- PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)
- PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero)
- PT Pos Indonesia (Persero)
- PT Bio Farma (Persero)
- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)
- PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero)
- PT LEN Industri (Persero)
- PT Brantas Abipraya (Persero)
- PT BPUI (Persero)
- PT Danareksa (Persero)
- PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero)
- PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero)
- PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero)
- PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero)
- PT Agrinas Palma Nusantara (Persero)
Untuk entitas terbuka, Danantara juga mengelola saham pemerintah di BUMN berstatus Tbk, antara lain:
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
- PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk
- PT Jasa Marga (Persero) Tbk
- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
- PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk
- PT Krakatau Steel (Persero) Tbk
- PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
- PT Adhi Karya (Persero) Tbk
- PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
- PT Waskita Karya (Persero) Tbk
Selain itu, terdapat pula BUMN dengan status kerja khusus atau SKK dan lainnya seperti :
- PT Barata Indonesia (Persero)
- PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero)
- PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero)
- PT Amarta Karya (Persero)
- PT Industri Kapal Indonesia (Persero)
- PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero)
- PT Primissima (Persero)
- PT PDI Pulau Batam (Persero)
- PT Semen Kupang (Persero)
- PT Boma Bisma Indra (Persero)
- PT Produksi Film Negara (Persero)
- PT Rekayasa Industri
Misi Besar Danantara
Pemerintah menaruh harapan besar pada Danantara sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan model pengelolaan profesional layaknya sovereign wealth fund global, lembaga ini diharapkan mampu meningkatkan nilai aset negara, memperkuat struktur permodalan BUMN, sekaligus menarik aliran investasi internasional secara berkelanjutan.
