Netflix Warner BrosIlustrasi Netflix dan Warner Bros

Beritanda.com – Netflix akhirnya resmi mencapai kesepakatan untuk membeli aset film dan layanan streaming milik Warner Bros Discovery (WBD) dalam transaksi bernilai 72 miliar dollar AS. Langkah ini dipandang sebagai salah satu akuisisi paling signifikan dalam sejarah hiburan modern.

Netflix Mengungguli Pesaing Utama Lainnya

Keputusan Netflix mengakuisisi properti milik Warner Bros. Discovery (WBD) seharga 72 miliar USD menandai momen krusial dalam pertarungan dominasi industri streaming. Proses ini terdiri dari uang tunai dan saham, dengan harga 27,75 USD per lembar saham WBD.

Menjadikan nilai total pembelian itu melampaui Rp 1.201 triliun. Menurut laporan dari CNBC, valuasi perusahaan secara keseluruhan bahkan ditaksir hingga 82,7 miliar USD.

Selain Paramount Skydance ada Comcast yang juga berminat pada Warner Bros, mereka bersaing dalam proses akuisisi ini

Sebelumnya, Paramount sudah mengajukan penawaran 24 USD per saham, kemudian menaikkannya hingga mendekati 27 USD. Namun, prosesnya tidak berjalan lancar. Tim hukum Paramount menduga Warner Bros sudah condong ke arah Netflix dari awal.

Baca Juga :  Film Tygo Syuting di Tangerang, Kota Lokal Tembus Panggung Global

Ketegangan Besar, Pengawasan Pemerintah, dan Konsekuensi Industri

Emma Wall, Kepala Strategi Investasi di Hargreaves Lansdown, menyebut persaingan ini sebagai “kisah dramatis bagi para pembuat drama. ” Menurutnya, tawaran dari Paramount kurang menarik sebab mencakup bagian bisnis yang justru menghambat keuntungan.

Sementara Netflix fokus pada aset yang paling laris. Ketegangan antara Paramount dan WBD dinilai bisa menghambat rencana pembelian tersebut.

CNBC juga melaporkan bahwa proses penjualan ini kemungkinan besar akan menarik perhatian badan pengawas antimonopoli Amerika Serikat. Apa pun hasilnya nanti, Wall berpendapat akuisisi sebesar ini berpotensi membentuk sebuah kekuatan besar yang pasti akan diawasi ketat.

Langkah Netflix mengambil alih Warner Bros bukan sekadar perluasan biasa—ini adalah upaya mereka untuk memperkuat posisi terdepan di kancah streaming dunia, terutama karena pasar mulai padat dan ongkos pembuatan konten terus naik.

Baca Juga :  Film Tygo Syuting di Tangerang, Kota Lokal Tembus Panggung Global