Home » News » Daerah » Viral! GPM di Surabaya Digelar Serentak di 31 Kecamatan
GPM di SurabayaPemkot Surabaya menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 31 Kecamatan s/d tanggal 14 Maret 2026 - dok Pemkot Surabaya

Surabaya, Beritanda.com – Program GPM di Surabaya kembali menyita perhatian warga. Pemerintah Kota Surabaya menggelar Gerakan Pangan Murah secara serentak di 31 kecamatan mulai 11 hingga 14 Maret 2026 untuk menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

Kegiatan GPM di Surabaya ini dibuka langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di halaman Kantor Kelurahan Karah. Pemerintah kota menggandeng berbagai pihak untuk memastikan pasokan pangan tetap aman dan harga tidak melonjak di tengah tingginya permintaan masyarakat.

GPM di Surabaya Digelar Serentak di 31 Kecamatan

Skala pelaksanaan GPM di Surabaya tahun ini jauh lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Jika dulu pasar murah hanya digelar bergantian di beberapa lokasi, kini program tersebut dilaksanakan serentak di seluruh kecamatan.

Langkah ini diambil karena Ramadan selalu menjadi periode sensitif bagi harga pangan. Permintaan naik cepat. Stok di pasar sering tersedot lebih cepat dari biasanya.

Melalui GPM di Surabaya, pemerintah menghadirkan bahan pokok dengan harga lebih rendah agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Beberapa komoditas utama yang disediakan antara lain:

  • Beras SPHP sekitar 20.100 kilogram
  • Beras premium sekitar 17.240 kilogram
  • Minyakita sekitar 8.640 liter
  • Minyak goreng sekitar 4.506 liter
  • Gula pasir sekitar 18.221 kilogram
  • Cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan bawang putih
  • Telur ayam serta daging ayam segar

Jumlah tersebut disebar ke berbagai titik agar warga tidak perlu datang jauh-jauh ke satu lokasi saja.

Harga Pangan Lebih Murah dari Pasar

Daya tarik utama GPM di Surabaya tentu saja harga. Beberapa komoditas dijual lebih murah dibandingkan harga di pasar konvensional.

Contohnya:

  • Beras SPHP 5 kg sekitar Rp58.000 per sak
  • Minyakita 1 liter sekitar Rp15.000
  • Gula pasir sekitar Rp16.500–Rp17.500 per kilogram
  • Ayam karkas sekitar Rp37.000 per kilogram

Selisih harga memang tidak selalu besar. Tetapi bagi banyak keluarga, perbedaan beberapa ribu rupiah pada kebutuhan pokok bisa cukup terasa.

Seorang warga bahkan mengaku harga minyak goreng di GPM jauh lebih ramah di kantong.

“Sangat membantu sekali, harganya jauh lebih murah. Di pasar Minyakita sudah hampir Rp18.000, di sini masih Rp15.000,” ujar Elianti, warga Surabaya.

Upaya Pemerintah Jaga Stabilitas Pangan Ramadan

Pemkot menilai GPM di Surabaya bukan sekadar pasar murah biasa. Program ini juga menjadi instrumen pengendalian inflasi daerah.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan stabilitas pangan menjadi prioritas pemerintah kota, terutama ketika kondisi global tidak sepenuhnya stabil.

“Alhamdulillah hari ini kita mengadakan GPM dan pasar murah di seluruh wilayah kecamatan di Kota Surabaya,” ujarnya.

Program ini juga didukung berbagai lembaga, mulai dari Bulog, Rumah Potong Hewan Surabaya, hingga pelaku UMKM yang ikut menjual produk pangan olahan.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga pasokan sekaligus menekan potensi lonjakan harga selama Ramadan.

Di sisi lain, pemerintah juga mengimbau warga agar membeli kebutuhan secara wajar. Tujuannya sederhana: stok tetap cukup untuk semua orang.

Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritanda.com di Google News