Beritanda.com – Nama Mojtaba Khamenei selama bertahun-tahun jarang muncul di depan publik. Namun di balik layar politik Iran, ia disebut sebagai salah satu figur paling berpengaruh yang perlahan membangun jaringan kekuasaan sendiri.
Putra kedua Ayatollah Ali Khamenei ini kini menjadi sorotan global setelah resmi menjabat Pemimpin Tertinggi Iran sejak 8 Maret 2026. Siapa sebenarnya Mojtaba Khamenei, dan bagaimana perjalanan hidupnya hingga mencapai posisi tertinggi di Republik Islam Iran?
Profil Mojtaba Khamenei: Putra Ulama yang Kini Pimpin Iran
Mojtaba Hosseini Khamenei lahir pada 8 September 1969 di Mashhad, salah satu pusat keagamaan paling penting di Iran.
Ia merupakan anak kedua dari Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran kedua yang memimpin negara tersebut sejak 1989 hingga 2026.
Berikut profil singkat Mojtaba Khamenei:
- Nama lengkap: Mojtaba Hosseini Khamenei
- Tanggal lahir: 8 September 1969
- Tempat lahir: Mashhad, Iran
- Usia: 56 tahun
- Jabatan: Pemimpin Tertinggi Iran ke-3 (sejak 8 Maret 2026)
- Ayah: Ayatollah Ali Khamenei
- Istri: Zahra Haddad-Adel
- Mertua: Gholam-Ali Haddad-Adel (mantan Ketua Parlemen Iran)
Nama Mojtaba Khamenei sendiri sejak lama dikenal di kalangan elit politik Iran, meskipun ia jarang tampil di media atau panggung politik resmi.
Masa Muda dan Pendidikan
Mojtaba tumbuh di tengah perubahan besar dalam sejarah Iran. Saat Revolusi Islam 1979 terjadi, ayahnya menjadi salah satu tokoh penting yang kemudian naik ke panggung politik nasional.
Ia menempuh pendidikan di SMA Alawi di Teheran, sekolah elite yang dikenal mendidik anak-anak pejabat dan keluarga berpengaruh di Iran.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Mojtaba Khamenei memilih dua jalur penting yang membentuk kariernya: militer dan keagamaan.
Pengalaman Militer di Perang Iran–Irak
Pada usia sekitar 17 tahun, Mojtaba bergabung dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Ia bertugas pada fase akhir Perang Iran–Irak (1980–1988), salah satu konflik terbesar di Timur Tengah pada abad ke-20.
Walau masa tugasnya tidak terlalu lama, pengalaman tersebut memberi dua hal penting:
- Legitimasi politik di kalangan elit Iran
- Jaringan kuat dengan militer dan aparat keamanan
Dalam politik Iran, pengalaman perang sering dianggap sebagai simbol pengabdian terhadap revolusi.
Karier Keagamaan di Seminari Qom
Pada tahun 1999, Mojtaba melanjutkan studi keagamaan di Seminari Qom, pusat pendidikan ulama terbesar di Iran.
Di sana ia belajar di bawah sejumlah ulama berpengaruh, di antaranya:
- Mohammad-Taghi Mesbah-Yazdi
- Mahmoud Hashemi Shahroudi
- Ali Khamenei
Setelah menyelesaikan studinya, Mojtaba Khamenei mulai mengajar teologi di seminari tersebut.
Namun gelar keagamaannya masih berada pada tingkat hojatoleslam, yang lebih rendah dibanding ayatollah.
“Kekuatan di Balik Layar” Politik Iran
Meski tidak memegang jabatan resmi tinggi selama bertahun-tahun, banyak analis menilai Mojtaba Khamenei memiliki pengaruh besar dalam lingkaran kekuasaan Iran.
Beberapa laporan diplomatik bahkan menyebutnya sebagai:
“the power behind the robes” — kekuatan di balik jubah ulama.
Peran utamanya disebut meliputi:
- Mengatur akses ke kantor Pemimpin Tertinggi
- Menjadi penghubung dengan IRGC
- Mengawasi jaringan politik dan keamanan
- Mengelola komunikasi dengan elit konservatif Iran
Peran ini membuatnya sering disebut sebagai penjaga gerbang kekuasaan di lingkungan kepemimpinan Iran.
Kontroversi dan Kritik terhadap Mojtaba Khamenei
Seperti banyak tokoh politik besar, perjalanan Mojtaba Khamenei juga tidak lepas dari kontroversi.
Beberapa kritik yang sering muncul antara lain:
- Dituduh terlibat dalam penindasan demonstrasi Gerakan Hijau 2009
- Dikenai sanksi Amerika Serikat sejak 2019
- Diperdebatkan kredensial keagamaannya
- Tuduhan jaringan kekayaan besar di luar negeri
Namun hingga kini, pengaruhnya di lingkaran kekuasaan Iran tetap kuat.
Peran Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran
Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei kini memegang otoritas tertinggi dalam sistem politik negara tersebut.
Beberapa kewenangan utamanya meliputi:
- Panglima tertinggi militer Iran
- Pengawasan terhadap IRGC
- Pengaruh besar terhadap kebijakan luar negeri
- Otoritas atas program nuklir dan keamanan nasional
Posisi ini menjadikannya tokoh paling berkuasa dalam struktur Republik Islam Iran.
Bagi banyak pengamat politik internasional, perjalanan Mojtaba Khamenei dari figur yang relatif tertutup menjadi pemimpin negara merupakan salah satu dinamika politik paling menarik di Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir.
